JAKARTA - Kementerian ESDM membuka ruang penurunan harga Pertalite yang saat ini dijual Rp10.000. Harga Pertalite bisa turun apabila harga minyak menyentuh kisaran USD60-65 per barel.
"Harga minyaknya belum sampai USD60-65, kalau sekitaran USD65 saya kira harusnya bisa evaluasi kita, kalau sekarang belum," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama dengan Dirjen Migas dan Pertamina.
Dalam kesempatan itu, Tutuka pun mengungkapkan sejatinya harga keekonomian atau harga asli Pertalite tidak jauh beda dengan harga di pasaran.
"Nggak jauh beda dari yang sekarang ini, kan 10 (Rp 10 ribu) berapa kan batasnya, itu masih lebih tinggi, kalau harga ICP 60-65 kita lihat lagi," katanya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menetapkan Harga Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) bulan Mei sebesar USD70,12 perbarel melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 216.K/MG.03/DJM/2023 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Mei 2023. Angka ini mengalami penurunan sebesar USD9,22 per barel dari USD79,34 per barel pada April 2023.