JAKARTA - Puluhan nasabah menyerbu beberapa bank di Beirut hari untuk meminta uang mereka kembali.
Mereka mendatangi bank-bank di satu kawasan di Beirut sambil membakar ban dan memecahkan jendela-jendela, sambil berteriak-teriak marah.
BACA JUGA:
Diketahui, tahun lalu puluhan bank di seluruh negara itu dibobol oleh para nasabah yang menuntut penarikan uang dari tabungan mereka.
Salah seorang nasabah, Ibrahim Abdullah, mengatakan meski hanya dengan 3-4 orang dari mereka akan datangi bank-bank itu, dia tidak ingin menyerah.
BACA JUGA:
"Tidak akan menyerah hari ini atau seratus tahun lagi. Ini adalah pesan yang perlu dipahami bank-bank itu. Kami akan datangi rumah pengelola bank dan bank-bank itu sendiri. Bank tidak boleh beroperasi, sementara uang kami ditahan," katanya dilansir VOA di Jakarta, Sabtu (17/6/2023).
Sementara nasabah lain bernama Ramy Ghandoor juga menegaskan hal yang sama.
"Membunuh atau dibunuh! Ambil kembali uang kita yang telah mereka tahan. Kami tidak akan kehilangan apapun lagi. Kami sudah menunggu empat tahun. Cukup sudah! Kami sudah menunggu terlalu lama. Kini kami akan merebut apa yang menjadi hak kami, dengan darah mereka," katanya.
Bank-bank Lebanon yang kekurangan uang telah memberlakukan batasan informal pada penarikan tunai sehingga membuat jutaan tabungan terperangkap.
Nilai pound Lebanon terhadap dolar Amerika telah anjlok hingga 90% sehingga menyulitkan jutaan warga di seluruh negara itu untuk mengatasi lonjakan harga.
Ellie Chamoun, salah seorang nasabah bank, mengatakan demonstrasi ini akan semakin memburuk ketika bank-bank tidak memenuhi tuntutan mereka.
“Tidak ada orang yang akan tinggal diam,” tegasnya.
Kini kemarahan publik terhadap bank-bank dan pihak berwenang, yang sedang berupaya memulihkan perekonomian yang terpukul, kini semakin meningkat.
Tiga perempat populasi di Lebanon telah jatuh dalam krisis ekonomi yang menurut Bank Dunia merupakan salah satu yang terburuk dalam lebih dari satu abad.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.