JAKARTA - Cara menghitung keuntungan saham. Di mana masih banyak investor pemula bingung.
Untuk mengetahui hal tersebut, tentunya Anda harus mempelajari dulu konsep capital gain dan dividen. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah memperkirakan keuntungan investasi saham.
Ketika berinvestasi saham, Anda wajib mengenal istilah capital gain dan dividen.
Keduanya merupakan jenis keuntungan yang didapatkan investor dari saham milik mereka.
Lantas, apa yang membedakan antara capital gain dan dividen? Untuk memahasinya simak pengertian dari masing-masing istilah ini.
Capital gain merupakan keuntungan yang akan didapatkan dari selisih antara harga jual saham dengan harga pada saat pembelian.
Keuntungan ini bisa didapatkan ketika Anda melakukan trading atau jual beli saham. Secara sederhana, konsepnya sama seperti menjual barang fisik.
Jenis keuntungan saham lainnya adalah dividen. Berbeda dengan capital gain, Anda tidak perlu menjual saham terlebih dahulu untuk memperoleh hasil investasi.
Setiap tahunnya, perusahaan akan membagikan hasil keuntungan mereka atau bisa disebut sebagai dividen kepada para pemegang saham.
Mengutip dari berbagai sumber, Adapun keempat cara menghitung keuntungan saham tersebut:
1. Return on Investment
Return on Investment atau ROI adalah sebuah rasio perhitungan persentase keuntungan dari modal investasi yang telah dikeluarkan.
ROI biasa digunakan untuk mengetahui seberapa menguntungkan suatu investasi, baik itu properti, bisnis, ataupun saham.
Contohnya, Anda telah membeli saham suatu perusahaan pada beberapa waktu yang lalu dengan modal sebesar Rp50.000.000. Maka, nilai saham milikmu saat ini telah mencapai Rp55.000.000.
Artinya, ROI atau rasio keuntungan investasi saham Anda adalah (55.000.000-50.000.000)/50.000.000=0,10 atau 10%.
2. Arithmetic Mean Return
AMR atau Arithmetic Mean Return adalah rata-rata keuntungan saham yang dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan, lalu dibagi total periode investasi.
Contohnya, Anda telah berinvestasi pada perusahaan Z sejak tahun 2017 hingga 2022 dengan masing ROI per tahunnya adalah 10%,15%,5%,10%, dan 5%.
Dengan demikian, perhitungan AMR nya akan menjadi (0,10+0,15+0,10+0,05)/5 tahun=0,09 atau 9%.
3. Compound Return
Cara menghitung keuntungan saham lainnya adalah compound return atau bisa juga disebut sebagai bunga majemuk.
Metode ini digunakan untuk mengetahui berapa jumlah yang didapatkan dari hasil perhitungan kumulatif serangkaian keuntungan atau kerugian terhadap modal investasi dari tahun ke tahun.
4. Annual Return
Annual return adalah metode perhitungan untuk mengetahui keuntungan investasi saham dalam periode waktu tertentu, yang dilaporkan dalam bentuk persentase tahunan.
Sebagai contoh, Anda berinvestasi saham pada sebuah perusahaan dengan total modal Rp20.000.000.
Satu tahun berikutnya, Anda menjual saham tersebut dengan total harga Rp19.000.000. Tidak hanya itu, Anda juga mendapat dividen Rp2.000.000. selama satu tahun.
Dari informasi tersebut, Anda perlu menjumlahkan total harga saham saat ini dan dividen untuk menemukan nilai akhir investasi. Perhitungannya adalah Rp19.000.000+2.000.000=21.000.000.
Setelah nilai akhir investasi ditemukan, maka Anda bisa menghitung Annual Return. Berikut perhitungannya (21.000.000-20.000.000)/20.000.000=0,05 atau 5%.
(Taufik Fajar)