JAKARTA – Jakarta merupakan kota padat penduduk. Kemacetan Jakarta masih menjadi masalah yang terus disorot. Bahkan hal ini juga sering menjadi keluhan para pekerja yang harus mencari nafkah di ibu kota.
PJ Gubernur DKI Heru Budi Hartono pun tengah mendiskusikan masalah ini. Mengenai solusi di antaranya usulan pembagian jam masuk karyawan di Jakarta menjadi pukul 08.00 dan 10.00.
"Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurai kemacetan akibat tingginya volume kendaraan yang menuju ke Jakarta di pagi hari, sebagaimana yang disampaikan pihak Dirlantas Polda Metro Jaya," katanya dalam akun resmi Instagram @herubudihartono dikutip.
Dia mengatakan berbagai ide dan masukan hingga evaluasi kebijakan yang telah ada turut dibahas bersama.
"Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurai kemacetan akibat tingginya volume kendaraan yang menuju ke Jakarta di pagi hari, sebagaimana yang disampaikan pihak Dirlantas Polda Metro Jaya," katanya dalam akun resmi Instagram @herubudihartono dikutip.
Dia mengatakan berbagai ide dan masukan hingga evaluasi kebijakan yang telah ada turut dibahas bersama.
Sebelumnya pekerja Jakarta juga telah menanggapi terkait kabar ini. Salah satu warga bernama Riana (22) berharap Pemprov DKI Jakarta lebih fokus untuk membenahi transportasi dibandingkan pembagian jam kerja masuk kantor.
“Mungkin yang perlu diperbanyak di moda transportasinya, kayak jam operasional KRL yang ditambah lagi itu jauh lebih efektif,” kata Riana saat ditemui MNC Portal Indonesia beberapa waktu lalu.
Dia menilai, untuk pembagian jam kerja pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB tidak akan efektif.
Sebab, hal itu hanya berjarak dua jam saja. Dia pun menilai, hal itu tidak akan merubah kondisi macet di jalan Ibu Kota pada saat jam sibuk.
“Kalau pandangan aku pribadi bakal sama aja sih, kayaknya mendingan kayak biasa aja gitu,” pungkasnya.
Baca selengkapnya: Atasi Kemacetan, Jam Masuk Kerja di Jakarta Pukul 08.00 dan 10.00 Segera Diuji Coba
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.