Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

El Nino Diprediksi hingga September, Mentan: Kita Kejar Percepatan Tanam

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Minggu, 23 Juli 2023 |16:27 WIB
El Nino Diprediksi hingga September, Mentan: Kita Kejar Percepatan Tanam
Mentan Antisipasi El Nino. (Foto: Okezone.com/Kementan)
A
A
A

JAKARTA - Pertanian Indonesia dihadapkand dengan ancaman musim kemarau panjang yang disebabkan oleh badai El Nino.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memperkirakan El Nino akan melanda sektor pertanian setidaknya hingga September mendatang. Sehingga ada potensi ketersediaan air akan berkurang terutama yang mengandalkan dari air hujan.

"Makanan itu dibutuhkan manusia di seluruh dunia. Dan yang namanya El Nino ini akan kita hadapi hingga September nanti. Oleh karena itu selagi masih ada air kita kejar yuk percepatan tanam ini. Jadi selesai panen langsung tanam karena air masih ok," kata Mentan SYL dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/7/2023).

Menurut SYL, masalah pangan menjadi faktor yang paling penting karena berkaitan dengan kebutuhan dasar. Disisi lain, pangan menjadi faktor penentu dari kekuatan ekonomi sebuah negara. Karena itu, mumpung pasokan air masih tersedia sebaiknya percepatan tanam dilakukan secara masif di seluruh Indonesia.

"Oleh karena itu kekuatan ini harus kita jaga dan harus kita perkuat. Belum selesai Covid kita sudah diancam dengan yang namanya cuaca buruk di seluruh dunia dan besok kita akan menghadapi kemarau ekstrem yang sangat panjang. Karena itu kita sama-sama perkuat posisi pangan kita ke depan melalui percepatan tanam," lanjutnya.

Sebelumnya Mentan SYL juga meninjau langsung jalanya gerakan tanam padi di Desa Maradekaya, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan rangkaian kerja pemerintah dalam memperkuat posisi pangan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan el nino yang diperkirakan berlangsung hingga September mendatang.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement