Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ulima Nitra (UNIQ) Sulap Rugi Jadi Laba Rp18,8 Miliar di Semester I-2023

Kharisma Rizkika Rahmawati , Jurnalis-Jum'at, 04 Agustus 2023 |11:00 WIB
Ulima Nitra (UNIQ) Sulap Rugi Jadi Laba Rp18,8 Miliar di Semester I-2023
Laporan Keuangan UNIQ (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) membukukan laba bersih Rp18,8 miliar pada semester I-2023, lebih besar dibandingkan laba bersih periode sama tahun lalu yang merugi Rp10 miliar. Jumlah laba ini sudah mencapai 81% dari total laba bersih tahun 2022.

Selain laba bersih, penjualan dan pendapatan usaha UNIQ juga naik 49% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan, untuk total aset mencatatkan kenaikan sebesar 23%.

Peningkatan asset ini ditopang oleh peningkatan asset lancar sebesar 28 persen dan asset tidak lancar sebesar 19 persen.

Direktur Ulima Nitra Ulung Wijaya mengatakan, momentum kenaikan laba bersih ini agar dapat dijaga hingga akhir tahun nanti. Apalagi, menjelang akhir tahun tren kenaikan harga batu bara akan cenderung sehingga itu menjadi opportunity bagi perseroan dalam meningkatkan kinerja keuangan.

“Secara omzet dan biaya kuartal II-2023 mencapai kurang lebih 50% dari full year 2022, penyumbang laba bersih bisa mencapai 81% adalah manfaat pajak tangguhan sebesar Rp5,654 miliar yang menambah pajak 30% dari laba sebelum pajak," katanya seperti dilansir keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (4/8/2023).

Selain itu, perseroan berhasil melakukan efisiensi dan penekanan terhadap yang ada salah satunya di harga minyak solar industri dengan diskon 50% di awal bulan Mei 2023.

Ulung menambahkan, saat ini perseroan tengah menjajaki kontrak baru untuk jasa pertambangan di Muara Enim, Sumatera Selatan dan Jambi. Tapi dirinya enggan menyebutkan secara detail terkait dengan nilai kontrak yang didapat. Di sisi lain, hingga akhir tahun management UNIQ memasang target penjualan sebesar Rp500 miliar

“Kontribusi penjualan paling besar berasal dari bisnis jasa pertambangan sekitar 75% dari total omzet. Dan kami manajemen optimistis bisa merealisasikan target tersebut, sesuai dengan kondisi yang bakal terjadi,” tambahnya.

Sementara itu, jika dilihat dari laporan keuangan perseroan tingkat rasio keuangan NPM UNIQ mencapai 7,89% atau lebih besar jika dibandingkan dengan industri yang hanya 6,64%.

Di sisi lain, sampai dengan kuartal II-2023 perseroan telah melakukan pembelanjaan capex sebesar Rp124,28 miliar atau 77,7% dari total budget 2023. Di mana, 97,07% digunakan untuk pembelian unit baru serta melakukan general overhaul (GOH) terhadap unit yang lama agar mampu meningkatkan kapasitas produksi operasional.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement