"Kan tidak mungkin suruh orang tinggal di rumah tapi kendaraan publiknya tidak ada, mau gak? gak mau kan," tanya Erick Thohir.
Di samping itu Erick berharap para generasi milenial ini juga dapat berhemat atau tidak menerapkan gaya hidup yang konsumtif.
BACA JUGA:
Sehingga bisa menyisihkan uangnya untuk memenuhi kebutuhan papan, setelah sandang dan pangan.
"Harapannya ini generasi muda dengan era sosial media yang luar biasa lebih banyak melakukan kegiatan-kegiatan, kurangi belanja gaya hidup yang akhirnya kebutuhan rumah malah tidak punya, habis dipakai hal-hal konsumtif," kata Erick.
Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto menambahkan dalam RPJMN 2020-2024, Pemerintah menargetkan peningkatan akses rumah layak huni dari 56% menjadi 70% pada tahun 2024 mendatang.
Dari data Susenas tahun 2021, terdapat sejumlah tantangan besar yang dihadapi bersama dalam pemenuhan kebutuhan rumah di Indonesia adalah angka backlog kepemilikan rumah di Indonesia mencapai 12,71 juta unit sedangkan pertumbuhan keluarga baru mencapai 700 hingga 800 ribu per tahun.
"Pada periode tahun 2015 - 2022, angka capaian PSR cukup memuaskan, yaitu mencapai 7,98 juta unit, sedangkan capaian tahun 2023 hingga bulan Juli sebanyak 480.438 unit," pungkasnya
Ke depan, kata Iwan, Kementerian PUPR akan terus berupaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap rumah layak huni dan terjangkau di ntaranya melalui pembangunan Rumah Susun, Rumah Khusus, Rumah Swadaya, serta mendukung penyediaan hunian bagi ASN, TNI dan POLRI di Ibu Kota Nusantara.
Selain itu juga memberikan dukungan fasilitasi pembiayaan perumahan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka, dan lainnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.