Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

81 Juta Milenial Belum Punya Rumah, Erick Thohir: Kurangi Belanja Gaya Hidup

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Selasa, 08 Agustus 2023 |16:17 WIB
81 Juta Milenial Belum Punya Rumah, Erick Thohir: Kurangi Belanja Gaya Hidup
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan saat ini sebanyak 81 juta generasi milenial belum mempunyai rumah.

Di samping itu dia menyebut masih ada data bahwa angka backlog perumahan saat ini sebesar 12,7 juta.

 BACA JUGA:

Erick mengatakan tidak ada solusi lain untuk memenuhi kebutuhan rumah para milenial dan menutup angka backlog tersebut selain memenuhi sisi suplai atau membangunkan mereka rumah.

Tapi di satu sisi juga memberikan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

 BACA JUGA:

"Kan data-data menunjukkan ada 81 juta milenial belum punya rumah, lalu tadi pak Dirjen (Perumahan) sampaikan backlog 12,7 juta. Ya memang solusinya hanya satu, ketika Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, juga dari BUMN, Swasta dengan potensi sangat besar, itu harus kita bangun (rumah). Tinggal strateginya sendiri harus tadi menginjak bumi (menjangkau kalangan bawah)," ujar Erick usai menghadiri acara Akad KPR Masal Bank BTN, Selasa (8/8/2023).

Namun demikian, bukan hanya sekedar memenuhi sisi suplai dan keterjangkauan harga saja, pembangunan perumahan untuk generasi milenial juga harus mempertimbangkan konsep TOD (Transit Oriented Development). Sehingga masyarakat bisa dengan mudah mengakses transportasi umum untuk melakukan berbagai aktivitas.

"Kan tidak mungkin suruh orang tinggal di rumah tapi kendaraan publiknya tidak ada, mau gak? gak mau kan," tanya Erick Thohir.

Di samping itu Erick berharap para generasi milenial ini juga dapat berhemat atau tidak menerapkan gaya hidup yang konsumtif.

 BACA JUGA:

Sehingga bisa menyisihkan uangnya untuk memenuhi kebutuhan papan, setelah sandang dan pangan.

"Harapannya ini generasi muda dengan era sosial media yang luar biasa lebih banyak melakukan kegiatan-kegiatan, kurangi belanja gaya hidup yang akhirnya kebutuhan rumah malah tidak punya, habis dipakai hal-hal konsumtif," kata Erick.

Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto menambahkan dalam RPJMN 2020-2024, Pemerintah menargetkan peningkatan akses rumah layak huni dari 56% menjadi 70% pada tahun 2024 mendatang.

Dari data Susenas tahun 2021, terdapat sejumlah tantangan besar yang dihadapi bersama dalam pemenuhan kebutuhan rumah di Indonesia adalah angka backlog kepemilikan rumah di Indonesia mencapai 12,71 juta unit sedangkan pertumbuhan keluarga baru mencapai 700 hingga 800 ribu per tahun.

"Pada periode tahun 2015 - 2022, angka capaian PSR cukup memuaskan, yaitu mencapai 7,98 juta unit, sedangkan capaian tahun 2023 hingga bulan Juli sebanyak 480.438 unit," pungkasnya

Ke depan, kata Iwan, Kementerian PUPR akan terus berupaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap rumah layak huni dan terjangkau di ntaranya melalui pembangunan Rumah Susun, Rumah Khusus, Rumah Swadaya, serta mendukung penyediaan hunian bagi ASN, TNI dan POLRI di Ibu Kota Nusantara.

Selain itu juga memberikan dukungan fasilitasi pembiayaan perumahan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka, dan lainnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement