Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

URBN Rugi Rp36 Miliar di Semester I-2023

Dinar Fitra Maghiszha , Jurnalis-Selasa, 22 Agustus 2023 |17:11 WIB
URBN Rugi Rp36 Miliar di Semester I-2023
URBN catat rugi pada semester I 2023 (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) membukukan kerugian sebesar Rp36,01 miliar pada semester I-2023. Capaian emiten pengembang real estate berbalik dari posisi laba pada paruh pertama tahun lalu senilai Rp7,62 miliar.

Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Selasa (22/8/2023), kinerja ini membuat URBN mencetak rugi per saham senilai Rp11,14 per saham, dibandingkan laba per saham pada tahun lalu yang mencapai Rp2,36.

Pendapatan usaha URBN justru tumbuh 9,92% year-on-year (yoy) di angka Rp19,4 miliar, terdongkrak berkat kenaikan penjualan apartemen dari proyek Gateway Park.

Lantas apa penyebab rugi?

Pertumbuhan beban pokok yang mengekor kenaikan pendapatan menghasilkan gross profit margin (GPM) sebesar 5,07%, alias jatuh secara tahunan (yoy) dibandingkan GPM paruh pertama 2022 sebesar 14,8%.

Hal ini terlihat dari laba kotor yang dicapai hanya sebesar Rp985,54 juta, terpaut lebih rendah 62,5% (yoy) dari sebelumnya Rp2,63 miliar.

Kendati URBN mampu memangkas beban penjualan-pemasaran di angka Rp47,8 juta, dari Rp253 juta, tetapi biaya untuk pos umum-administrasi terdongkrak 21,38% mencapai Rp20,22 miliar.

Pos yang mayoritas dikontribusikan dari gaji karyawan ini merupakan beban terbesar URBN, di samping biaya keuangan yang mencapai Rp17,7 miliar.

Alhasil, perseroan harus mengalami rugi sebelum pajak senilai Rp36,12 miliar.

Bagaimana kondisi neraca dan arus kas?

Kerugian yang dialami tampak masih mampu terjaga, menyusul kecukupan saldo laba. Dari jumlah retained earnings akhir 2022 sebesar Rp159,56 miliar, saldo laba yang tersedia mencapai Rp123,5 miliar pada akhir Juni 2023.

Ini mendorong nilai ekuitas URBN terpangkas menjadi Rp1,98 triliun, dari akhir 2022 sebesar Rp2,02 triliun.

Nilai aset URBN masih bertahan di level Rp4,22 triliun, dengan kewajiban utang (liabilitas) sebesar Rp2,23 triliun.

Kas yang digenggam pada tengah tahun ini mencapai Rp57,5 miliar, turun sebesar Rp160 miliar akibat serangkaian kenaikan pengeluaran baik operasional, investasi, maupun pendanaan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement