JAKARTA - Asosiasi Logistik Indonesia berharap ada badan khusus yang mengurusi logistik di Tanah Air. Tujuannya supaya tercipta percepatan arus di sektor logistik.
"Kita butuh leading sektor untuk mengurus logistik. Leading sektor itu bisa berupa badan atau Kementerian sendiri," kata Ketua Dewan Pakar Asosiasi Logistik Indonesia, Nofrisel dalam Market Review di IDX Channel, Kamis (7/9/2023).
Dia mencontohkan, saat ini wilayah Jawa berkontribusi sekitar 59-60% kegiatan logistik nasional, artinya kontribusi daerah lain di luar Jawa masih sangat kecil, sehingga perlu ada pemerataan agar kontribusi logistik terhadap pertumbuhan ekonomi nasional semakin besar.
"Sudah waktunya kita membangun desain logistik dan supply chain integratif di seluruh Indonesia untuk kita kolaborasikan dan kita sinergikan, sehingga kemudian barang maupun perekonomian itu tidak hanya terpusat di Jawa tidak Jawa sentris," tutur Nofrisel.
Dia menambahkan, sektor logistik juga perlu melakukan pendataan ulang supply chain domestik agar barang-barang bisa bergerak dan terjadi keseimbangan.
"Jadi tidak hanya barang-barang dari Barat ke Timur saja, tapi dari Timur ke Barat juga harus ada. Ini hanya bisa diurus kalau kita memiliki leading sektor atau pemimpin logistik yang cukup baik," pungkasnya.
(Feby Novalius)