JAKARTA - Bursa saham AS, Wall Street mengakhiri perdagangan minggu ini di zona hijau. Indeks S&P 500 ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Jumat.
Meski berakhir menguat, Wall Street mencatat penurunan mingguan karena investor khawatir terhadap suku bunga dan cemas terhadap data inflasi AS yang diumumkan pekan depan.
Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 75,86 poin, atau 0,22%, menjadi 34.576,59, S&P 500 (.SPX) bertambah 6,35 poin, atau 0,14%, menjadi 4.457,49 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 12,69 poin, atau 0,09% menjadi 13.761,53.
Investor khawatir terhadap kenaikan harga minyak dan khawatir menjelang Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk bulan Agustus, yang akan dirilis pada 13 September, mencari sinyal mengenai kemungkinan pergerakan suku bunga Federal Reserve.
Menurut FedWatch dari Grup CME, para pedagang bertaruh pada kemungkinan 93% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada tingkat saat ini setelah pertemuan berikutnya berakhir pada 20 September, mereka memperkirakan peluang sebesar 53,5% untuk jeda lagi pada pertemuan bulan November.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun lebih rendah, dan kenaikan imbal hasil Treasury AS bertenor 2 tahun pada hari Jumat tampaknya memberikan tekanan pada saham.
"Kondisinya telah berubah dalam beberapa pekan terakhir karena kenaikan suku bunga. Masyarakat mempertanyakan apakah ini merupakan risiko terhadap pertumbuhan ekonomi. Apakah suku bunga yang lebih tinggi akan menyebabkan perlambatan sehubungan dengan berkurangnya kelebihan tabungan konsumen," kata Kepala Ekuitas AS UBS Global Wealth Management, David Lefkowitz, dilansir dari Reuters, Sabtu (9/9/2023).
Untuk minggu ini yang dipersingkat karena libur Hari Buruh pada Senin membuat S&P 500 turun 1,3%, sedangkan Nasdaq kehilangan 1,9% dengan keduanya menghentikan kenaikan dua minggunya. Dow turun 0,8%.
Sementara itu, Apple (AAPL.O) berhasil memperoleh kenaikan kecil sebesar 0,3% pada hari Jumat, meskipun penutupannya di USD178,18 berada sekitar USD2 di bawah sesi tertingginya karena reli kehilangan tenaga.
Produsen iPhone ini turun tajam dalam dua sesi sebelumnya, menekan sektor teknologi yang lebih luas di tengah berita bahwa Beijing telah melarang pegawai pemerintah pusat menggunakan iPhone di tempat kerja.
Setelah kehilangan 2,9% dalam dua sesi, sektor teknologi S&P 500 (.SPLRCT) ditutup menguat. Namun sektor energi (.SPNY), naik 0,97%, mencatatkan persentase kenaikan terbesar di antara 11 sektor industri S&P 500 karena kenaikan harga minyak.
Sektor utilitas defensif (.SPLRCU) mengalami kenaikan harian sebesar 0,96% sedangkan penurunan terbesar adalah real estat (.SPLRCR), yang kehilangan 0,63%.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.