Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini yang Dikerjakan Presiden Jokowi dengan Rp3.325,1 Triliun pada 2024

Michelle Natalia , Jurnalis-Kamis, 21 September 2023 |12:30 WIB
Ini yang Dikerjakan Presiden Jokowi dengan Rp3.325,1 Triliun pada 2024
Ini yang Akan Dikerjakan Presiden Jokowi dan Sri Mulyani di 2024. (Foto: okezone.com/Instagram)
A
A
A

JAKARTA - Belanja negara dalam APBN 2024 direncanakan sebesar Rp3.325,1 triliun. Nominal ini dialokasikan melalui Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp2.467,5 triliun serta Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp857,6 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, BPP akan dimanfaatkan untuk penguatan tiga fungsi APBN. Pertama, Fungsi alokasi untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi perekonomian.

Di ahun 2024, pemerintah Presiden Jokowi berfokus antara lain pada penguatan kualitas SDM, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan investasi untuk peningkatan produktivitas.

"Selain itu, pemerintah juga akan melanjutkan proyek strategis serta pelaksanaan agenda nasional antara lain melanjutkan pembangunan IKN dan pelaksanaan Pemilu," ungkap Sri dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-6 Masa Persidangan I Tahun 2023-2024 di Jakarta, Kamis (21/9/2023).

Kedua, fungsi distribusi untuk menjaga keseimbangan distribusi sumber daya ekonomi antar sektor, antar kelompok rumah tangga maupun antar wilayah. Hal ini dilakukan dengan berbagai kebijakan dan program pembangunan yang berorientasi pengembangan wilayah dan sektor penting yang berpotensi mengakselerasi pembangunan yang lebih merata.

"Di sisi lain, penyaluran program perlinsos akan ditingkatkan efektivitasnya dan makin tepat sasaran. Pada tahun 2024 program perlinsos akan dialokasikan sebesar Rp493,5 triliun antara lain melalui Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM), program kartu sembako untuk 18,8 juta KPM serta berbagai program pemberdayaan UMKM antara lain melalui subsidi KUR yang dialokasikan sebesar Rp47,8 triliun," jelas Sri.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement