Meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS juga melemahkan harga emas, dikutip dari Xinhua.
Perekonomian AS yang tangguh terus menekan emas. Kenaikan harga emas masih terbatas karena para pengambil kebijakan Federal Reserve terus mempertahankan sikap hawkish untuk pertemuan kebijakan moneter mendatang.
Investor dengan hati-hati memantau kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya pada November, sambil menunggu laporan produk domestik bruto (PDB) AS yang akan dirilis pada Kamis (28/9/2023).
Sementara itu, logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember merosot 45,90 sen atau 1,93% menjadi USD23,385 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober jatuh USD16,60 atau 1,78% menjadi USD917,50 per ounce.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.