JAKARTA - Arief Prasetyo ditugaskan Presiden Jokowi untuk menjadi pemimpin sementara Kementerian Pertanian (Kementan). Setelah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengundurkan diri dan kini menjadi tersangka.
Sebagai Plt Mentan, Arief langsung membuat penegasan kepada para anak buahnya, pejabat Eselon I dan para pegawai Kementan soal kinerja dan integritas.
Penegasan ini dilakukan Arief karena masalah pertanian ini menyangkut tanggung jawab kebutuhan pangan seluruh Indonesia.
Oleh karena itu, Arief dengan tegas menyampaikan bila ada pejabat Eselon I yang tidak ahli dalam bidangnya, makan jabatan tersebut tidak pantas untuk diemban.
"Kalau Pak Swandi (Dirjen Tanaman Pangan) tidak jago tanam padi, tidak usah jadi Dirjen. Kalau Pak Nasrullah (PKH) tidak jago peternakan tidak pantas jadi Dirjen, atau Pak Andi tidak mengerti perkebunan tidak usah jadi Dirjen. Saya yakin orang-orang di sini orang yang terbaik," tegas Arief.
Arief yang juga Kepala Badan Pangan Nasional meminta juga pejabat Eselon I dan II untuk turun langsung ke kelapangan mendampingi para petani di sentra produksi pertanian.
Arief meminta jajaran kerjanya untuk secara intens mendampingi para petani di lapangan, terutama dalam melakukan penanaman, pemupukan sampai pada pemanenan. Semua itu kata Mentan harus dikerjakan melalui kolaborasi mulai dari hulu sampai hilir.