Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Heboh Beredar Beras Plastik Picu Keracunan, Ini 4 Faktanya

Fadillah Rafli Anwari , Jurnalis-Minggu, 15 Oktober 2023 |04:24 WIB
Heboh Beredar Beras Plastik Picu Keracunan, Ini 4 Faktanya
Heboh Beras Plastik di Masyarakat. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Dalam beberapa hari terakhir, fenomena beras sintetis diduga terbuat dari plastik telah memunculkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran di masyarakat Indonesia.

Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menanggapi soal kabar adanya dugaan beras berbahan plastik atau beras sintetis yang dikonsumsi masyarakat di Sumatera Barat.

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA, Andriko Noto Susanto mengatakan diperlukan pengujian investigasi melalui uji laboratorium.

Bahkan dari adanya dugaan beras sintetis itu diketahui ada salah seorang warga yang mengakui sakit usai mengonsumsi.

"Ini harus dilihat apakah ada bahan lain yang dikonsumsi selain beras, dan apakah semua yang mengonsumsi juga mengalami gejala yang sama. Jadi kasus ini tidak bisa digeneralisir, karena jika memang penyebabnya dari beras yang diduga sintetis tersebut tentunya ini akan lebih banyak orang yang terkena dampaknya, sehingga kita fokus ke kasus keracunan tersebut,” ujarnya.

Dalam upaya memberikan pemahaman yang lebih jelas, Okezone telah mengumpulkan fakta dari berbagai penjelasan dan respons dari pihak terkait, Minggu (15/10/2023):

1. Berita Hoax

Plt Menteri Pertanian, Arief Prasetyo Adi, menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasokan dan harga beras melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), bantuan pangan beras, dan operasi pasar Bulog.

Dalam konteks isu beras sintetis, Arief juga menegaskan bahwa upaya untuk menjaga ketenangan masyarakat sangat penting. Ia menggarisbawahi bahwa dalam situasi seperti ini, pemerintah perlu merespons berita hoax dengan serius.

"Sekarang kalau ada beras sintetis, satgas pangan harus melakukan investigasi dan jika memang terbukti bersalah, perlu diproses secara hukum, sehingga masyarakat tenang dan mendapat kejelasan mengenai masalah ini," ujar Arief.

2. Bapanas Memastikan Keamanan Pangan

Andriko Noto Susanto dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA) menjelaskan bahwa pihaknya sangat mengutamakan keamanan pangan. Terkait isu beras sintetis, Ia menyoroti perlunya pengujian laboratorium untuk memastikan apakah beras yang diduga mengandung plastik benar-benar membahayakan kesehatan masyarakat.

Andriko juga memberikan wawasan mengenai pengawasan keamanan pangan yang dilakukan oleh NFA. Menurutnya, proses penjaminan keamanan pangan dilakukan melalui registrasi izin edar dan sertifikasi penerapan penanganan yang baik.

3. Kasus di Bekasi

Kasus beras plastik yang ditemukan di Bekasi, seperti yang dilaporkan oleh Dewi Septiani, seorang ibu rumah tangga, saat ini masih menunggu tanggapan resmi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Meskipun Dewi telah melaporkan penemuannya kepada BPOM, hingga saat ini belum ada respons resmi yang diterima terkait isu ini.

4. Alternatif Beras Buatan dari Umbi-Umbian

Direktur Studi Pertanian dari Universitas Padjadjaran, Ronnie Natwidjaya menawarkan, alternatif menarik untuk menghadapi isu beras sintetis. Ia berbicara tentang produksi beras dari umbi-umbian sebagai opsi pengganti beras asli dengan harga yang lebih terjangkau.

Sebab, dengan alternatif ini masyarakat miskin dapat memperoleh beras yang lebih terjangkau, dan juga tetap menjaga harga beras asli untuk mendukung kesejahteraan petani.

Keseluruhan, isu beras sintetis yang menjadi perhatian publik perlu mengundang respons yang bijak dari semua pihak.

Keamanan pangan adalah hak mendasar masyarakat, dan kolaborasi antara pemerintah, badan pengawas, dan lembaga terkait diperlukan untuk memastikan bahwa makanan yang kita konsumsi adalah aman dan berkualitas.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement