JAKARTA – Pemerintah mengantongi Rp10,2 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN). Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Deni Ridwan menyebut jumlah tersebut mempertimbangkan yield SBN yang wajar di pasar sekunder, rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2023 dan kondisi APBN terkini.
"Jumlah penawaran dari investor asing pada lelang SUN mencapai Rp2,58 triliun dengan mayoritas berada pada SUN bertenor 11 tahun sebesar Rp1,66 triliun atau 64,32% dari total incoming bids investor asing, dan dimenangkan sebesar Rp1,04 triliun atau 10,18% dari total awarded bids," ujar Deni di Jakarta.
Sikap wait and see investor atas kebijakan The Fed yang diyakini akan mempertahankan suku bunga di level yang tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama (higher for longer) dan kekhawatiran atas naiknya harga minyak dunia sebagai akibat naiknya tensi geopolitik di Timur Tengah mendorong mode risk off utamanya pada emerging markets assets.
"Jumlah penawaran yang masuk pada lelang SUN tercatat menurun menjadi Rp16,99 triliun lebih rendah dibandingkan lelang sebelumnya," ungkap Deni.
Dia mengatakan, SUN tenor 5 dan 11 tahun masih menjadi minat utama investor dengan jumlah penawaran masuk mencapai Rp10,03 triliun atau 60,87% dari total incoming bids, dan dimenangkan sebesar Rp6,55 triliun atau 64,22% dari total awarded bids.
"Volatilitas pasar keuangan dalam beberapa waktu terakhir mendorong kenaikan rata-rata kenaikan yield yang diminta investor. Weighted Average Yield (WAY) yang dimenangkan pada lelang SUN hari ini naik antara 1-4 bps dari level lelang SUN sebelumnya," tandas Deni.
Sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2023, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober 2023.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.