JAKARTA - McDonald's raksasa makanan cepat saji yang terkenal di seluruh dunia memiliki ribuan gerai di hampir setiap penjuru dunia. Namun, tidak semua negara memiliki McDonald's.
Alasan di balik ketiadaan gerai ini sangat beragam. Ini mencerminkan kondisi politik, ekonomi, dan budaya masing-masing negara. Berdasarkan catatan Okezone pada Senin (23/10/2023), ada beberapa negara yang masih belum memiliki gerai McDonald's. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
1. Afghanistan
Di tengah gejolak politik dan ketidakstabilan ekonomi yang telah berlangsung lama di Afghanistan, McDonald's belum menemukan kesempatan untuk membuka gerai di negara ini. Di saat-saat sulit seperti ini, makanan cepat saji mungkin bukan prioritas utama.
2. Bermuda
Meskipun pada awalnya ada satu gerai McDonald's yang beroperasi di Bermuda hingga tahun 1995, kini McDonald's sudah tidak ada lagi di negara kecil ini. Hal ini karena Bermuda memiliki undang-undang yang melarang restoran cepat saji asing sejak tahun 1970-an.
Meskipun ada upaya untuk membuka gerai pada tahun 1985 di Pangkalan Udara Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Bermuda, tetapi saat pangkalan tersebut ditutup pada tahun 1995, McDonald's pun ikut tutup.
3. Iran
Hubungan yang tegang antara Iran dan AS selama puluhan tahun telah membuat McDonald's, yang berasal dari AS, dilarang dan dianggap ilegal untuk membuka gerai di Iran sejak tahun 1979. Namun, Iran menciptakan alternatifnya, yaitu "Mash Donald's."
4. Makedonia
Makedonia adalah negara kecil yang terletak di Semenanjung Balkan, Eropa Selatan. Mereka melarang keberadaan McDonald's, meskipun McDonald's pernah membuka tujuh cabang di Makedonia, beberapa di antaranya di ibu kota, Skopje, pada tahun 2013.
Saat ini mereka kehilangan lisensi resmi, sehingga seluruh gerai McDonald's ditutup. Setelah itu, pemerintah Makedonia memutuskan untuk tidak lagi bekerja sama dengan McDonald's.
5. Yaman
Kondisi ekonomi yang tidak stabil dan ancaman dari kelompok ekstremis di Yaman telah mencegah McDonald's membuka gerai di negara Timur Tengah ini. Selain itu, ada ancaman tindakan militan terhadap setiap gerai McDonald's yang mencoba membuka restoran di Sana'a, Ibukota Yaman.
6. Korea Utara
Korea Utara, yang dipimpin oleh Kim Jong Un, adalah negara yang sangat tertutup terhadap pengaruh luar negeri. Itu sebabnya tidak mengherankan jika McDonald's dilarang keras untuk membuka gerai di Korea Utara. Meskipun demikian, beberapa anggota elit pemerintah Korea Utara berhasil menyelundupkan McDonald's dari Korea Selatan untuk konsumsi pribadi.
7. Zimbabwe
Pada tahun 2000, McDonald's mencoba memperkenalkan diri di Zimbabwe ketika negara itu sedang mengalami krisis ekonomi besar. Namun, McDonald's International Franchising menyatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana konkret untuk membuka gerai di sebagian besar negara-negara Afrika.
8. Islandia
Pada tahun 2009, McDonald's melihat bisnisnya hancur di Islandia akibat krisis ekonomi besar dan tarif impor yang mahal untuk daging, salah satu bahan baku utama perusahaan.
Selain itu, pemerintah Islandia tidak suka dengan keberadaan McDonald's karena Islandia sangat memperhatikan kesehatan. Meskipun begitu, McDonald's sedang mempertimbangkan untuk membuka cabang kembali di negara tersebut.
9. Bolivia
Berbeda dengan negara lainnya, McDonald's sendiri memilih untuk meninggalkan Bolivia, meskipun tidak ada larangan langsung dari pemerintah negara tersebut. Mereka keluar dari Bolivia pada tahun 2002 karena penjualan yang buruk dan minimnya minat masyarakat Bolivia untuk membeli burger dari perusahaan asing.
Bahkan, Presiden Bolivia saat itu mengatakan bahwa McDonald's tidak memperhatikan kesehatan masyarakat dan hanya mementingkan keuntungan perusahaan.
10. Bhutan
Pemerintah Bhutan telah memberikan prioritas tinggi pada promosi kuliner lokal mereka sendiri. Hal ini membuat McDonald's sulit untuk memasuki pasar yang sangat setia pada masakan tradisionalnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)