Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indonesia Berpotensi Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 26 Oktober 2023 |16:52 WIB
Indonesia Berpotensi Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Wapres Maruf Amin sebut Indonesia berpotensi jadi negara berpenghasilan tinggi. (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengungkapkan Indonesia berpotensi menjadi negara yang berpenghasilan tinggi.

Apalagi, masih ada banyak tantangan yang dihadapi agar cita-cita itu dapat terwujud.

 BACA JUGA:

“Indonesia memiliki banyak aset dan potensi untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi, meskipun di sisi lain berbagai tantangan juga masih dihadapi. Tugas kita bersama adalah mengoptimalkan segala potensi dan peluang untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut,” ungkap Wapres saat meresmikan Pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-10 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (26/10/2023).

 BACA JUGA:

Apalagi, kata Wapres, pemerintah telah menetapkan visi Indonesia Emas 2045 sebagai tujuan kolektif untuk mewujudkan Indonesia yang makmur dan bertumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.

Meskipun, penerapan teknologi dan digitalisasi juga menjadi sebuah prasyarat bagi seluruh sektor potensial agar sukses menapaki langkah menuju Indonesia Emas 2045.

“Teknologi transversal menjadi penggerak utama pertumbuhan Global di masa depan. Tanpa adanya inisiatif strategis untuk mempercepat implementasi teknologi transversal, Indonesia diperkirakan tidak akan optimal dalam pencapaian target PDB pada tahun 2045,” katanya.

Selain mengakselerasi adaptasi teknologi dan digitalisasi, Wapres meyakini ekonomi dan keuangan syariah sebagai potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia untuk menerbangkan ekonomi nasional.

 BACA JUGA:

“Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan di pusat dan di daerah termasuk Bank Indonesia telah melakukan upaya serius untuk mengembangkan sektor ini," katanya.

Lebih lanjut, Wapres mengatakan jika menengok kembali perjalanan pengembangan ekonomi syariah nasional selama 4 tahun belakangan, dia melihat masih ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan fokus penguatan.

“Terutama, percepatan sertifikasi halal, penguatan insentif regulasi dan infrastruktur kawasan industri halal, peningkatan skala pembiayaan keuangan syariah, serta hilirisasi produk halal baik segala UMKM maupun skala besar,” pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement