JAKARTA - Para investor menarik dana AS USD956 juta atau Rp14,9 Triliun dari perusahaan penukaran mata uang kripto, Binance dalam 24 jam, menurut data pasar.
Dikutip VOA Indonesia, Jumat (24/11/2023) hal ini terjadi setelah pimpinan Binance, Changpeng Zhao, mengaku bersalah pada hari Selasa, untuk menyelesaikan penyelidikan penggelapan keuangan yang sudah berlangsung beberapa tahun.
Binance akan membayar AS USD4,3 miliar kepada otoritas Amerika Serikat, yang menimbulkan pertanyaan terkait masa depan perusahaan penukaran mata yang kripto terbesar di dunia itu.
Perkembangan ini juga merupakan pukulan lain bagi industri yang sedang dilanda skandar ini. Pihak berwenang mengatakan, Binance gagal untuk melaporkan lebih dari 100 ribu transaksi mencurigakan. Termasuk di dalamnya transaksi melibatkan organisasi yang dideskripsikan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah AS.