Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG Merah ke Level 7.093 pada Pembukaan Perdagangan

Dinar Fitra Maghiszha , Jurnalis-Selasa, 05 Desember 2023 |09:23 WIB
IHSG Merah ke Level 7.093 pada Pembukaan Perdagangan
IHSG Melemah di Awal Perdagangan Hari Ini. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini. IHSG turun 0,01% di 7.093,12 di awal perdagangan.

Beberapa detik berjalan, Selasa (5/12/2023), indeks saham mengalami rebound di 7.086,10, lalu kembali masuk area psikologis 7.100an, kendati tak bertahan lama.

Hingga pukul 09:01 waktu JATS, indeks komposit bergerak melemah 0,02% di 7.092,43. Sebanyak 147 saham menguat, 84 melemah, dan 278 lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp255,38 miliar, dari net-volume 445,65 juta saham yang diperdagangkan.

LQ45 koreksi 0,14% di 9438,79, indeks JII melandai 0,11% di 523,85, indeks MNC36 melemah 0,19% di 357,42, serta IDX30 turun 0,13% di 486,95.

Sektor yang membebani indeks antara lain bahan baku 0,21%, industri 0,18%, keuangan 0,01%, konsumer nonsiklikal 0,01%, dan konsumer siklikkal 0,29%. Sedangkan mayoritas masih di zona hijau seperti energi 0,57%, kesehatan 0,13%, infrastruktur 0,83%, properti 0,33%, teknologi 0,37%, dan transportasi 0,35%.

Tiga saham yang memimpin top gainers antara lain PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) menguat 14,49% di Rp490, PT Indointernet Tbk (EDGE) melesat 14,48% di Rp8.300, dan PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) menguat 10,00% di Rp121.

Sedangkan tiga top losersnya adalah PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN) turun 5,88% di Rp16, PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) anjlok 3,81% di Rp5.050, dan PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) melemah 3,70% di Rp78.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement