Haji Mansur lalu melakukan penggalian di sumur tersebut untuk mencari emas batangan yang dimaksud. Namun upaya itu dicegah bahkan sempat akan dipukul oleh penghuni Saranjana yang ngotot tidak memberikan izin.
Kota Saranjana dipercaya oleh banyak orang sebagai kota gaib yang maju dan modern dengan bangunan-bangunan tinggi nan megah. Meski begitu, tak semua orang dapat melihatnya dengan mata telanjang.
Saranjana yang dijuluki sebagai kota tak kasat mata memang selalu mengundang rasa ingin tahu banyak orang akan kisah-kisah magis yang dialami oleh orang-orang yang pernah bersinggungan dengannya.
Meski begitu, bagi warga Desa Oka-Oka, Kota Saranjana tetaplah hidup sebagai bagian dari warisan budaya juga menjadi daya tarik bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
(Dani Jumadil Akhir)