PEF tahun ini, Pertamina juga meluncurkan Pertamina Energy Outlook 2023 dengan tema 'Navigating Indonesia's Energy Transition: Climate Related Risk & Opportunity'. Saat peluncuran tersebut, Senior Vice President Strategy and Investment Pertamina Henricus Herwin menyampaikan, outlook energi Pertamina akan mengembangkan tiga skenario untuk memperhitungkan ketidakpastian tingkat pertumbuhan ekonomi dan laju transisi energi yaitu melalui skenario Ordinary State, Appropriate Sustainability, dan Economic Renaissance.
Ordinary State merupakan skenario pada kondisi pertumbuhan ekonomi tidak terlalu jauh dari tren historis masa lalu Indonesia, di mana masih dibutuhkan perubahan structural untuk bisa meningkatkan statusnya dari negara berpendapatan menengah.
Selanjutnya Appropriate Sustainability, adalah skenario dengan Indonesia tetap meneruskan komitmen untuk melakukan transisi energi dengan implementasi energi hijau dan transisi energi yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Terakhir, skenario Economic Renaissance, ketika Indonesia berhasil menjadi negara berpendapatan tinggi dengan product domestic bruto tinggi sehingga berpengaruh terhadap permintaan energi dan mendapat dukungan terobosan teknologi yang mampu menurunkan emisi secara signifikan.
Ketiga skenario tersebut dibangun berdasarkan tingkatan nya, di mana Economic Renaissance masuk ke dalam high scenario. Sedangkan Ordinary State dan Appropriate Sustainability masuk dalam low scenario. Outlook energi Pertamina juga memperhitungkan implikasi bauran energi Indonesia jelang tahun 2060 seperti pengembangan batu bara, minyak, gas dan energi terbarukan.
Senada dengan Henricus, VP Pertamina Energy Institute, Hery Haerudin memaparkan outlook energi Pertamina terkait model roadmap transportasi seperti EV, biofuel dan bahan bakar gas. Ada pula campuran gas di sektor ketenagalistrikan, karena gas mengeluarkan CO2 yang lebih sedikit. Pertamina juga melakukan bauran energi terbarukan di sektor ketenagalistrikan, seperti tenaga surya dan nuklir, serta potensi energi angin. Selain itu, juga menjalankan Carbon Capture Storage/Carbon Capture Utilization and Storage.
Pertamina Energy Outlook 2023 memberikan gambaran kuantitatif beberapa skenario kebutuhan energi Indonesia di masa depan serta emisi karbon hingga tahun 2060, yang didasarkan pada tren makroekonomi dan visi pemerintah serta dunia usaha.