Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sindir Rencana Gibran Naikkan Rasio Pajak, Mahfud MD: Hati-Hati, Rakyat Itu Sensitif soal Pajak

Michelle Natalia , Jurnalis-Jum'at, 22 Desember 2023 |21:42 WIB
Sindir Rencana Gibran Naikkan Rasio Pajak, Mahfud MD: Hati-Hati, Rakyat Itu Sensitif soal Pajak
Mahfud MD dalam Debat Cawapres. (Foto: YouTube)
A
A
A

JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD mengkritik rencana Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka yang ingin menaikkan rasio pajak (tax ratio) hingga 23%. Menurut Mahfud, rakyat sangat sensitif apabila berbicara mengenai kenaikan pajak.

Maka dari itu, dia mengingatkan Gibran untuk berhati-hati.

"Hati-hati loh, rakyat itu sensitif kalau pajak dinaikkan. Karena kita sudah berkali-kali menawarkan tax amnesty tidak jelas hasilnya, kemudian insentif pajak sudah ditawarkan juga tidak mau, karena diperas-peras juga jadi alat nego di kantor pajak," ujar Mahfud dalam Debat Cawapres di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023). 

Selain itu, dia juga menilai bahwa rencana kenaikan tax ratio hingga 23% ini tidak masuk akal. Pasalnya, dengan angka tersebut, angka pertumbuhan ekonomi bisa menembus 10%.

 BACA JUGA:

Mahfud pun meminta Gibran untuk membedakan antara penerimaan pajak dan tax ratio.

"Anda bicara soal 23%, 23% dari apa ini? Kalau anda bicara bahwa beda antara penerimaan pajak dan tax ratio, kalau persen kaitannya dengan PDB, apa 23% dari APBN atau apa?" cecar Mahfud.

 BACA JUGA:

Kalau angkanya 23% dari APBN, Mahfud menyebut bahwa itu salah, karena sekarang saja sudah 82% dari APBN.

"Dengan tax ratio sekarang yang hanya 10,5%, sumbangan terhadap APBN itu 20%," tandasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement