Saat ini, lanjutnya, kerja sama itu tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak eksklusif senilai kurang lebih Rp 800 juta atau sebanyak 20 ribu produk kokedama. Kerja sama tersebut, diharapkan juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar yang juga membantu produksi kokedama tersebut.
"Ini diharapkan menjadi kerja sama untuk jangka waktu yang panjang. Dengan kontrak ini, diharapkan juga meningkatkan ekonomi dan memberdayakan masyarakat sekitar," terangnya.
Terpisah Kabid Usaha Mikro Diskopindag Kota Malang Faried Su'aidi menyatakan, di Kota Malang sudah ada beberapa pelaku UMKM yang sudah bisa mengekspor produknya. Produk itu didominasi oleh makanan minuman, serta kerajinan rotan.
"Kita makanan minum sudah (diekspor), rotan sentra rotan sudah (diekspor). Itu produknya malah banyak d luar, tapi kalau data riil ini, yang belum harus kami sinkronkan dengan teman-teman bea cukai," ujar Faried.
Khusus produk keramik yang tengah dilirik perusahaan asal Jepang, harapannya bisa terjalin transaksi. Terlebih pihak perusahaan Jepang Bong Syoji Co. Ltd, langsung datang ke sentra produksi dan membawa sampel keramik berupa mug dan pot bunga.
"Harapannya bisa mengembangkan keramik lagi produk unggulan kita bisa berkembang lagi, bisa jaya lagi. Dulu memang pernah, tahun 80 - 90, tahun 2.000 mengalami banyak penurunan, karena keluhannya dari teman-teman pelaku usaha itu bukan fasilitasi, tapi generasi penerusnya itu nggak ada," tandasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.