JAKARTA - Budidaya tanaman hortikultura berkembang semakin pesat dan kini sudah mengalami modernisasi. Salah satu caranya yaitu dengan penerapan smart farming.
Tanaman hortikultura sendiri adalah tanaman hias dan tanaman pangan. Dan kini telah dibudidayakan dengan banyak cara, salah satunya yaitu dengan smart farming.
"Modernisasi dalam pertanian tentunya sangat dibutuhkan, selain untuk memudahkan para petani, modernisasi ini juga dapat meminimalisir biaya produksi. Salah satu implementasi dalam modernisasi adalah dengan penerapan smart farming," tulis laman Instagram resmi Kementerian Pertanian, dikutip Minggu (28/1/2024).
Ada empat aspek penting penerapan smart farming dalam budidaya tanaman hortikultura, yaitu:
• Penggunaan sensor
• Pemantauan secara real time
• Hidroponik dan Auqaponik
• Penggunaan teknologi pengendalian hama
Kementerian Pertanian Indonesia juga turut andil dalam modernisasi hortikultura dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip smart farming.
Hal tersebut sangat penting sebab dapat membawa perubahan besar dalam memproduksi dan mengelola tanaman hortikultura.
Dukungan Kementan dalam penerapan smart farming pada hortikultura salah satunya adalah bantuan pemasangan sensor untuk mengukur beberapa perimeter, yaitu;
- Suhu tanah
- Kelembapan udara
- Kualitas air
Data dari hasil sensor tersebut dapat diakses oleh petani melalui smartphone atau komputer. Penerapan smart farming pada hortikultura dapat membawa masa depan pertanian hortikultura di Indonesia menjadi cerdas dan berkelanjutan.
Hal tersebut bukan hanya memberikan manfaat bagi petani dalam peningkatan hasil panen dan pendapatan mereka, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan negara dan kelestarian lingkungan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)