Luhut membagikan pengalamannya yang sangat menikmati film tersebut. Sepanjang film dirinya merasa menikmati kombinasi dari alur cerita yang mudah dipahami, obrolan dan canda tawa yang membawa saya ke memori masa kecilnya indah di Laguboti. Begitulah cara penyampaian yang apa adanya namun seringkali terselip gurauan, adalah cara berinteraksi orang Batak.
Dirinya juga sedikit terkejut saat namanya sempat disebut dalam salah satu adegan, dimana Luhut diceritakan sebagai Menteri yang memiliki program obat gratis. Disitulah momen dirinya sekeluarga tertawa terbahak-bahak.
Selain itu, Luhut juga menilai bahwa keunikan yang membuat film "Agak Laen" menarik minat jutaan petonton, humor yang dihadirkan mampu terhubung langsung dengan keseharian kita semua.
“Saya berharap dengan kehadiran film-film yang mengangkat kisah berlatar belakang kekayaan budaya-budaya di seluruh Indonesia seperti film “Agak Laen” ini, mampu menginspirasi para sineas tanah air untuk membuat film bertemakan serupa. Sehingga para generasi muda bisa belajar, mengenal sekaligus mengapresiasi dan punya “sense of belonging” terhadap budaya asli Indonesia,” harap Luhut dalam akhir postingannya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.