Menariknya, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dimiliki oleh bank yang dekat sama wong cilik ini justru tumbuh lebih tinggi. DPK BRI tercatat naik sekitar 12,8% yoy dan menjadi Rp1.416,21 triliun.
Alhasil, likuiditas BRI pun tampak melonggar dengan tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) yang berada di level 83,78%. Capaian tersebut lebih rendah dari periode Maret 2023 maupun full year 2023 yang masing-masing di level 85,26% dan 84,22%.
Dari sisi kualitas aset, rasio Non Performing Loan (NPL) net BRI juga tampak naik dari 0,82% menjadi 1%. Untungnya, BRI masih memiliki NPL Coverage yang cukup tebal di level 214,26%, meski turun dari akhir tahun lalu yang di level 229,09%.
Adapun, total aset yang dimiliki BRI saat ini semakin gemuk menjadi sebesar Rp1.989,07 triliun. Sebagai perbandingan, pada akhir tahun 2023, aset BRI masih sekitar Rp1.965 triliun.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.