Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Erick Thohir Ingin Tinggalkan BUMN Karya dan Farmasi dalam Keadaan Sehat

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Kamis, 02 Mei 2024 |13:08 WIB
Erick Thohir Ingin Tinggalkan BUMN Karya dan Farmasi dalam Keadaan Sehat
Upaya Kementerian BUMN Sehatkan BUMN Karya dan Farmasi. (foto: Okezone.com/BUMN)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan restrukturisasi BUMN di sektor infrastruktur dan farmasi rampung tahun ini atau sebelum periodesasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) selesai pada Oktober 2024.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, ada beberapa perseroan negara yang masih dalam fase penyehatan saat ini. Misalnya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk, atau WIKA, PT Indofarma, dan PT Kimia Farma.

“Saat ini juga masih 2-3 restructuring yang kita sedang jalankan. Sebagai contoh, di karya Waskita, WIKA sedang dalam penyelesaian. Di farma-farma ada beberapa tantangan seperti Indofarma, Kimia Farma sedang kita selesaikan,” ujar Tiko saat gelaran BUMN Forum 2024, ditulis Kamis (2/5/2024).

“Harapan saya, di periode Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) akhir Oktober ini semua restructuring BUMN selesai, dan kita tidak meninggalkan lagi permasalahan di masa yang akan datang,” paparnya.

Selama 4,5 tahun terakhir, pemegang saham berjibako dengan program transformasi BUMN. Tiko menyebut, transformasi dilakukan secara signifikan agar struktur keuangan hingga bisnis BUMN tetap kuat.

Salah satu hasil dari transformasi adalah dibentuk 12 klaster dengan 40 perusahaan yang terlibat. Dalam kasus ini terjadi pemangkasan jumlah perseroan yang sebelumnya mencapai 120 perusahaan.

“Kami di BUMN terus melanjutkan transformasi BUMN secara agresif, 4,5 tahun ini bersama Pak Erick Thohir kita telah mentransformasi secara signifikan. Pertama kita melakukan penguatan dari segi struktur, dimana kita sekarang memanage 12 klaster dengan sekitar 40 sekian perusahaan yang tadinya 120 perusahaan,” beber dia.

Tak sampai di situ, 12 klaster BUMN juga dipercaya bisa menjadi ‘mesin’ penggerak atas program konsolidasi BUMN di waktu-waktu mendatang.

“Kita harapkan 12 klaster menjadi engine bagaimana kita kedepan mengkonsolidasi dan memastikan bahwa sehat BUMN ini ke depan, tidak terjadi lagi bom-bom seperti Jiwasraya, Garuda dan sebagainya,” tukas Tiko.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement