Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Mau Mengemis, Ini Kisah Tukang Gali demi Bertahan Hidup

Dinar Fitra Maghiszha , Jurnalis-Minggu, 05 Mei 2024 |18:32 WIB
Tak Mau Mengemis, Ini Kisah Tukang Gali demi Bertahan Hidup
Tukang Gali di Bekasi (Foto: MPI)
A
A
A

Walim mengaku mampu menggenggam Rp200 ribu untuk pekerjaan serabutan. Tapi itu sudah berlalu, karena ia mengeluh tak ada penghidupan sejak dua minggu terakhir.

Di rumah kontraknya, ia bahkan rela ‘ngutang’ ke warung agar sepiring nasi menenangkan jeritan perut, memberi harapan bahwa esok masih ada sesuatu yang dikerjakan.

“Kadang-kadang ada yang ngasih. Kalau gak ada yang ngasih ya pulang ke tempat, karena ada warung, ya ngutang,” ucapnya.

Walim adalah salah satu potret kaum marjinal di kawasan penyangga yang menjadi pusat keuangan, manufaktur, dan perdagangan. Badan Pusat Statistik (BPS) Bekasi Kota mencatat persentase penduduk miskin tahun 2023 mencapai 4,10 persen.

Nilai garis kemiskinan (GK) Kota Bekasi tahun 2023 mencapai Rp795.965 per kapita per bulan. GK atau batas kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu wilayah.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement