Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp95,7 Triliun per April 2024

Atikah Umiyani , Jurnalis-Senin, 27 Mei 2024 |21:16 WIB
Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp95,7 Triliun per April 2024
Penerimaan Bea Cukai (Foto: Okezone)
A
A
A

Sri Mulyani menambahkan, sementara itu untuk bea keluar produk sawit anjlok 68,3%karena harga minyak sawit mentah (CPO) turun 11,16 persen yang menyebabkan penurunan tarif dari USD911/MT menjadi USD809/MT.

"Volumenya juga turun dari 12,9 juta ton menjadi 11,48 juta ton. Jadi untuk sawit kena dua-duanya, volume dan harga," urai Menkeu.

Kemudian penerimaan cukai terkumpul Rp74,2 triliun pada Januari-April atau turun tipis 0,5% dari 4 bulan pertama 2023. Hal ini dipengaruhi oleh turunnya cukai hasil tembakau yang disebabkan oleh total produksi hasil tembakau tumbuh namun terjadi shifting dari golongan 1 yang turun 3,0 persen dan golongan 2 yang tumbuh 14,2 persen. Penyebab lainnya yaitu tarif efektif yang mengalami tren penurunan sama seperti 2023.

"DJBC secara konsisten melakukan pengawasan dan penindakan rokok ilegal dengan jumlah penindakan lebih dari 4.000 penindakan dengan jumlah barang hasil penindakan 220 juta batang dan perkiraan nilai barang hasil penindakan sebesar Rp311,3 miliar," pungkasnya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement