SUMBA - Bank Indonesia (BI) meyakini siapa pun yang mengurusi keuangan negara pasti berhati-hati dalam menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Di mana sebelumnya, Presiden Jokowi memasukan keponakan Prabowo Subianto yang merupakan Bendahara Partai Gerindra, Thomas Djiwandono ke dalam Kementerian Keuangan. Dirinya ditugaskan menjadi Wakil Menteri Keuangan II.
Kepala Grup Departemen Pengelolaan Moneter & Aset Sekuritas (DPMA) BI Ramdan Denny Prakoso meyakini pasti pemerintah memiliki batasan dalam mengelola APBN. Hal ini supaya fundamental perekonomian tetap terjaga seperti saat ini.
"Saya tidak mengomentari pemerintahan baru. Tapi saya meyakini pengelolaan keuangan negara tetap akan prudent. Kalau sekarang tentunya ada batasan tertentu bagaimana defisit APBN dan pernyataan Sri Mulyani, Menko Airlangga, Pak Thomas (Wamenkeu) saya pikir itu jadi referensi pelaku pasar," ujarnya, di Kambaniru Hotel, Senin (22/7/2024).
Menurutnya, tidak hanya pemerintah yang memiliki komitmen untuk menjaga perekonomian. Tentu semua pihak juga pasti komit menjaga agar tetap prudent dan di pasar tetap meyakini hal tersebut akan berlaku juga di pemerintahan selanjut.
"Tetap memang banyak dinamika di situ. Tapi saya berkeyakinan apapun pemerintah tetap akan konsen kepada prudential keuangan kita," tegasnya.
Sebelumnya, Thomas mengungkapkan, penunjukan ini sebagai bentuk kontinuitas pemerintah Presiden Jokowi kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto.
"Hari ini saya diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan II di Kementerian Keuangan oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Peran ini adalah untuk menunjukkan kontinuitas dari Presiden Joko Widodo dan Presiden Terpilih," kata Thomas di Istana Negara.
Thomas mengatakan, akan bekerja erat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wamenkeu I Suahasil Nazara.
"Tugas kami, tugas saya adalah supaya semua hal yang menyangkut anggaran terutama di 2025 itu selaras dengan apa yang sudah dicetuskan oleh pemerintah sekarang dan tentunya program-program presiden terpilih ke depan," kata Thomas.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)