Di lain sisi, pemerintah tengah mendorong nilai tambah bagi sejumlah komoditas di dalam negeri melalui hilirisasi. Seperti karet, kakao, dan coklat, dan kelapa. Kelapa misalnya perlu di hilirisasi karena berperan penting dalam supply chain minyak.
“Kita ingin karena karet, kakao, dan coklat itu ujungnya adalah perkebunan rakyat yang sebetulnya sudah mirip dengan perkebunan tembakau atau cengkeh. Oleh karena itu, kalau hilirisasi cengkeh itu ujung di HM Sampoerna, maka hilirisasi sawit ada di pak Franky, kita butuh juga backbone untuk karet, kakao, dan kelapa,” tukas dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)