Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kementan Cetak 1 Juta Hektare Sawah Baru, Pasokan Pupuk Aman?

Ghanny Rachmansyah S , Jurnalis-Kamis, 08 Agustus 2024 |15:27 WIB
Kementan Cetak 1 Juta Hektare Sawah Baru, Pasokan Pupuk Aman?
Kementan cetak 1 juta sawah baru, pasokan pupuk aman (Foto: Pupuk Indonesia)
A
A
A

JAKARTA – Kementerian Pertanian melakukan Perluasan Areal Tanam (PAT) dan pompanisasi seluas satu juta hektar. Program ini bertujuan untuk menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional pada saat musim kemarau.

Sebagai BUMN penyalur pupuk, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyambut baik progam tersebut. Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyatakan bahwa pemerintah berharap seluruh lahan pertanian baru tersebut dapat terfasilitasi oleh pompa air, sehingga petani dapat terus panen tiga hingga empat kali dalam setahun.

Guna mendukung program tersebut, Rahmad menyampaikan bahwa Pupuk Indonesia telah menyediakan stok pupuk bersubsidi dan non-subsidi sekitar 1,7 juta ton pada bulan Agustus 2024.

“Pada tahun 2024, untuk pupuk bersubsidi, pemerintah telah meningkatkan alokasi menjadi 9,55 juta ton, dari sebelumnya 4,7 juta ton. Apabila ada petani yang namanya belum tercatat, Kementerian Pertanian mengizinkan revisi setiap empat bulan sekali. Sehingga sekarang masih ada sisa beberapa bulan untuk petani bisa mendaftar pada tahun ini, agar produksi pertanian bisa meningkat,” ujar Rahmad, Kamis (8/8/2024).

Rahmad menambahkan, saat ini alokasi pupuk bersubsidi secara nasional mencukupi kebutuhan petani. Untuk itu ia berharap petani melakukan penebusan sehingga produktivitas pertanian dapat dioptimalkan.

“Pupuk ini sekarang cukup, produksi cukup, stok kita melebihi ketentuan minimum. Dengan begitu, tentunya Pupuk Indonesia mendukung dan siap memenuhi kebutuhan pupuk dalam rangka program penambahan lahan pertanian baru. Yang menjadi catatan dan butuh bantuan dari PPL, banyak petani terdaftar penerima pupuk bersubsidi belum menebus. Saat ini baru separuh petani yang tercatat dan sudah menebus,” tandas Rahmad.

Adapun stok per tanggal 6 Agustus 2024 tersebut terdiri dari Urea sebanyak 667.561 ton, stok ini 230 persen dari ketentuan minimum yang ditetapkan pemerintah yaitu 290.503 ton. Berikutnya stok Phonska sebanyak 523.737 ton, atau 231 persen dari ketentuan yang dipersyaratkan Pemerintah sebesar 226.249 ton. Stok tersebut saat ini berada di gudang-gudang lini I hingga lini III dan kios-kios sehingga dapat langsung ditebus petani.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement