JAKARTA – Masyarakat diminta melakukan pemilahan sampah untuk dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan yang bernilai ekonomi.
Dalam program pengelolaan bank sampah ini, ibu rumah tangga memainkan peran penting sebagai agen perubahan. Mereka terlibat aktif dalam kegiatan memilah sampah rumah tangga, yang kemudian dikumpulkan dan diolah menjadi kerajinan tangan.
Produk-produk kreatif ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan tambahan, tetapi juga digunakan untuk mendukung operasional posyandu setempat.
Wakil Direktur Utama Perumnas, Tambok Setyawati mengatakan, kelompok ini berfokus pada pemberdayaan wanita dalam pengelolaan bank sampah warga.
“Jadi kelompok ini berfokus pada pemberdayaan wanita dalam pengelolaan bank sampah warga, yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dari hasil penjualan pilah sampah, tapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat setempat untuk menekan angka stunting anak-anak,” ujarnya pada keterangan tertulisnya, Rabu (14/8/2024).