Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Adu Harta Kekayaan Tomy Winata dan Prajogo Pangestu yang Ikut Prabowo ke China

Cahyo Yulianto , Jurnalis-Senin, 11 November 2024 |15:22 WIB
Adu Harta Kekayaan Tomy Winata dan Prajogo Pangestu yang Ikut Prabowo ke China
Adu harta kekayaan Tomy Winata dan Prajogo Pangestu yang ikut Prabowo ke China (Foto: Instagram)
A
A
A

Pada mulanya, Artha Graha ini bergerak di bidang properti, keuangan, agroindustri, dan perhotelan. Namun kini, sektor pertambangan, media, hiburan, ritel, IT, dan Telekomunikasi, serta lainnya juga mulai diinvasi oleh Tomy Winata.

Namun jauh lebih tinggi dari Tomy, ada sosok Prajogo Pangestu. Ia merupakan pemilik Barito Group dan merupakan orang terkaya nomor 2 di Indonesia pada tahun 2023 menurut Forbes.

Menurut Forbes, pada tahun 2023 lalu jumlah kekayaannya mencapai USD43,7 miliar atau sekitar Rp684,12 triliun. Namun pada 2024 ini, diperkirakan harta kekayaannya telah menyentuh angka USD49,7 miliar atau sekitar Rp778,05 triliun.

Perusahaan terbesarnya adalah Barito Pacific Timber yang go public sejak 1993 yang kemudian berganti nama menjadi Barito Pacific. Pada tahun 2007, perusahaan ini juga mengakuisisi 70% kepemilikan perusahaan petrokimia Chandra Asri.

Prajogo Pangestu juga memiliki perusahaan lain seperti PT Chandra Asri Petrochemical yang merupakan perusahaan petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Ia juga memiliki perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan mineral dan energi, yakni PT Petrindo Jaya Kreasi dan perusahaan energi terbarukan, PT Barito Renewables Energy.

Demikian informasi seputar kekayaan Tomy Winata dan Prajogo Pangestu, dua pengusaha tersohor yang mendampingi Presiden Prabowo Subianto ke China.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement