Pada saat yang sama, pertumbuhan AI akan membahayakan bagi banyak pekerjaan, salah satunya adalah desainer grafis dan akuntan. Laporan yang dirilis WEF menyebutkan bahwa pekerjaan desainer grafis diprediksi akan menghilang karena semakin berkembangnya teknologi secara pesat.
Kemajuan perangkat lunak desain dan template yang mudah diakses oleh banyak orang sudah mempermudah bagi pekerja yang bukan desainer untuk membuat konten visual yang menarik. Oleh karena itu, diprediksi bahwa beberapa tahun ke depan, pekerjaan desain grafis akan menghilang karena kemudahan teknologi berpotensi mengurangi permintaan terhadap desainer grafis.
Serupa dengan desain grafis, pekerjaan akuntan dan auditor pun diprediksi akan menghilang karena otomatisasi proses akuntansi melalui perangkat lunak canggih yang menyebabkan penurunan permintaan untuk akuntan dan auditor tradisional.
Meski demikian, ada beberapa jenis pekerjaan yang lebih sulit digantikan AI, seperti pekerjaan teknis tukang ledeng dan teknisi listrik, atau pekerjaan yang membutuhkan banyak interaksi sosial, pemikiran kritis, dan kreativitas.
Meski begitu, hampir semua orang kemungkinan perlu mengasah keterampilan mereka, termasuk belajar cara memanfaatkan teknologi ini dalam pekerjaan sehari-hari, karena layanan AI akan jadi semakin umum dalam beberapa tahun ke depan. Banyak orang yang harus banting setir ke karier yang benar-benar baru.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.