Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hanya Tumbuh 4,87%, Ini Sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal I 2025

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 05 Mei 2025 |12:11 WIB
Hanya Tumbuh 4,87%, Ini Sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal I 2025
Ekonomi RI (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan ekonomi Indonesia tumbuh melambat di 4,87% pada kuartal I 2025. Adapun distribusi dan sumber pertumbuhan terbesar dalam ekonomi Indonesia di kuartal I 2025 menurut lapangan usaha adalah pertanian.

1. Lapangan Usaha

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, seluruh lapangan usaha tumbuh positif yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, infokom dan lainnya.

"Lapangan usaha pertanian menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu sebesar 1,11%," kata Amalia dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Senin (5/5/2025).

Selain itu, lanjut Amalia, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh lapangan usaha yang memberikan andil terhadap pertumbuhan ekonomi yaitu industri pengolahan 0,93 persen, perdagangan yang memberikan sumber pertumbuhan sebesar 0,66 persen, serta informasi dan komunikasi yang memberikan sumbangan pertumbuhan sebesar 0,53 persen.

 

2. Kontribusi Besar

Dari sisi lapangan usaha yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB adalah pertanian yang didukung oleh panen raya, meningkatnya produksi pertanian, serta meningkatnya permintaan domestik.

Untuk industri pengolahan tumbuh didorong oleh permintaan domestik dan luar negeri.

Transportasi dan pergudangan tumbuh seiring dengan adanya momen libur hari besar keagamaan, mulai Hari Nyepi hingga Idulfitri.

Penyediaan akomodasi dan makan-minum tumbuh melambat, karena menurunnya tingkat hunian kamar hotel baik bintang maupun non bintang.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement