Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konsumsi Pemerintah Kontraksi 1,38% di Kuartal I-2025, Efek Efisiensi Anggaran?

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 05 Mei 2025 |14:49 WIB
Konsumsi Pemerintah Kontraksi 1,38% di Kuartal I-2025, Efek Efisiensi Anggaran?
Kepala BPS soal Konsumsi Pemerintah (Foto: Okezone)
A
A
A

2. Penyumbang Terbesar

Konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 2,61 persen dan tumbuh 4,89 persen, didorong oleh momen liburan dan Ramadan serta Lebaran. 

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi berkontribusi 0,65 persen dengan pertumbuhan melambat sebesar 2,12 persen. Net-ekspor memberikan kontribusi 0,83 persen, dan komponen lainnya sebesar 0,86 persen. 

Sementara itu, konsumsi pemerintah memberikan kontribusi negatif sebesar -0,08 persen.

Secara distribusi terhadap PDB, konsumsi rumah tangga mendominasi dengan 54,53 persen, diikuti oleh PMTB sebesar 28,03 persen, ekspor 22,3 persen (tumbuh paling tinggi sebesar 6,78 persen), impor -19,74 persen (tumbuh 3,96 persen), konsumsi LNPRT 1,39 persen (tumbuh 3,07 persen), dan konsumsi pemerintah 5,88 persen (kontraksi 1,38 persen).

3. Ekonomi RI Kuartal I

Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia pada Kuartal I-2025 tumbuh sebesar 4,87% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5,11 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Namun, tren pertumbuhan tetap terjaga, didukung oleh sektor pertanian yang tumbuh double digit (10,52 persen), industri makanan dan minuman yang solid, serta sektor transportasi. 

Pertumbuhan sektor pertanian yang signifikan ini didorong oleh peningkatan produksi padi dan jagung serta meningkatnya permintaan domestik. 

Sektor industri pengolahan juga menjadi penyumbang utama PDB dengan pertumbuhan 4,55 persen, dan sektor informasi dan komunikasi tumbuh signifikan sebesar 7,72 persen.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement