Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Badai PHK, Klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan Naik 100%

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Jum'at, 09 Mei 2025 |08:15 WIB
Badai PHK, Klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan Naik 100%
Badai PHK, Klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan Naik 100% (Foto: BPJS Ketenagakerjaan)
A
A
A

JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melaporkan klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) naik 100% pada Maret 2025 jika dibandingkan dengan Maret 2024.

“Jumlah naiknya 100% untuk klaim JKP, dari 31 Maret 2024 dibandingkan 31 Maret 2025,” kata Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun di Jakarta, Kamis 8 Mei 2025.

1. Pembayaran JKP Lebih 35 Ribu Pekerja Kena PHK

Per 31 Maret 2025, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat JKP kepada lebih dari 35 ribu pekerja ter-PHK.

Dari jumlah tersebut, kata dia, total nominal yang dibayarkan kepada peserta tercatat sebesar Rp161 miliar, meningkat 48% (YoY).

Oni menjelaskan bahwa peningkatan klaim JKP belum tentu terjadi pada waktu yang sama dengan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), sebab acapkali klaim JKP dilakukan beberapa waktu setelah ter-PHK.

“Mungkin saja tahun lalu dia PHK, lalu lupa mengambil JKP-nya. Jadi, baru klaim,” ucap Oni.

 

2. Klaim JHT

Sedangkan, untuk klaim Jaminan Hari Tua atau JHT tercatat sejumlah 854 ribu klaim, meningkat 26,2% dari tahun sebelumnya dengan total nominal yang dibayarkan sebesar Rp13,1 triliun atau naik 22,5% (YoY).

Dari sisi dana kelolaan, hingga periode yang sama, jumlah dana peserta yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp801,3 triliun dengan rincian sebagai berikut, JHT Rp491,64 triliun (meningkat 6,6%), JKK Rp68,59 triliun (meningkat 11,9%), JKM Rp17,26 triliun (meningkat 4,3%), JP Rp194,95 triliun (meningkat 17,8%), JKP Rp15,35 triliun (meningkat 23,8%) dan BPJS Rp13,53 triliun (meningkat 17,4%). Demikian dilansir Antara.

Untuk memberikan pengembangan yang optimal, dana kelolaan tersebut ditempatkan pada beberapa instrumen investasi yang terdiri atas deposito 12,76%, surat utang 75,99%, saham 6,79%, reksadana 4,13% dan investasi langsung 0,33%.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement