Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tarif Impor Trump Berlaku 1 Agustus 2025, Ada yang Kena 70 Persen

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 07 Juli 2025 |07:41 WIB
Tarif Impor Trump Berlaku 1 Agustus 2025, Ada yang Kena 70 Persen
Tarif Impor Trump Berlaku 1 Agustus 2025, Ada yang Kena 70 Persen (Foto: Reuters)
A
A
A

Trump dan para menteri awalnya mengatakan mereka akan memulai negosiasi dengan sejumlah negara mengenai tarif, tetapi presiden AS telah kecewa dengan proses tersebut setelah berulang kali mengalami kemunduran dengan mitra dagang utama, termasuk Jepang dan Uni Eropa. Dia tidak menanggapi prediksinya bahwa beberapa perjanjian perdagangan yang lebih luas dapat dicapai sebelum batas waktu 9 Juli.

Pergeseran strategi Gedung Putih mencerminkan tantangan dalam menyelesaikan perjanjian perdagangan pada segala hal mulai dari tarif hingga hambatan non-tarif seperti larangan impor pertanian, dan terutama pada jadwal yang dipercepat.

Sebagian besar perjanjian dagang di masa lalu membutuhkan negosiasi selama bertahun-tahun untuk diselesaikan.

Satu-satunya perjanjian dagang yang dicapai hingga saat ini adalah dengan Inggris, yang mencapai kesepakatan pada bulan Mei untuk mempertahankan tarif 10 persen dan memperoleh perlakuan istimewa untuk beberapa sektor termasuk mobil dan mesin pesawat terbang, dan dengan Vietnam, yang memangkas tarif pada banyak barang Vietnam menjadi 20 persen dari yang sebelumnya diancam sebesar 46 persen. Banyak produk AS akan diizinkan masuk ke Vietnam tanpa bea masuk.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia mempersiapkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) strategis dengan mitra dagang di Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari respons terhadap kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan AS oleh Presiden Donald Trump. MoU tersebut dijadwalkan ditandatangani pada 7 Juli 2025.

Diketahui, Indonesia kena tarif impor hingga 47 persen dari AS untuk produk-produk tertentu apabila masuk ke pasar AS.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, Indonesia telah menyusun berbagai skema pembelian produk dari AS yang nilainya mencapai USD34 miliar atau setara Rp544 triliun. Angka ini jauh melebihi defisit perdagangan AS terhadap Indonesia yang saat ini tercatat sebesar USD19 miliar.

“Jadi tadi sudah dibahas tentang rencana Indonesia mengenai pembelian energi yang totalnya bisa mencapai USD15,5 miliar, kemudian terkait juga dengan pembelian barang agrikultur, dan juga terkait dengan rencana investasi termasuk didalamnya oleh BUMN dan Danantara,” ujar Airlangga usai rapat koordinasi bersama kementerian dan pelaku usaha, Kamis (3/7/2025).

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement