JAKARTA - Indonesia dan Hong Kong menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat infrastruktur demi meningkatkan kecepatan, perlindungan, dan mendorong inovasi aset digital di ekosistem Asia Tenggara.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Indodax dengan HashKey Exchange, bursa aset digital berlisensi dan teregulasi oleh Securities and Futures Commission (SFC) Hong Kong.
CEO Indodax William Sutanto berpendapat bahwasanya ini adalah momentum yang tepat untuk memperluas kerja sama regional demi memperkuat ekosistem kripto di Indonesia.
“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan HashKey, salah satu institusi aset digital paling tepercaya dan teregulasi di dunia. Kami, Indodax, mempunyai visi yang sama untuk membangun exchange yang patuh regulasi, aman, dan mengutamakan perlindungan pengguna,” katanya di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Melalui kolaborasi ini, Indodax dan HashKey akan fokus pada penguatan likuiditas dan peningkatan infrastruktur perdagangan. Kolaborasi ini juga membuka peluang besar untuk pengembangan di sektor Real-World Assets (RWA).
Pada tahap awal, kedua pihak akan fokus pada integrasi teknis, pertukaran pengetahuan antar tim, dan pemetaan regulasi untuk memastikan seluruh inisiatif berjalan sesuai ketentuan di masing-masing wilayah.
Indodax menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memperluas akses teknologi, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kehadiran Indonesia dalam lanskap kripto regional. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya menciptakan standar baru dalam layanan perdagangan aset kripto, tetapi juga secara nyata memperkuat posisi Indodax sebagai gerbang utama bagi inovasi kripto global di Asia Tenggara.
CEO HashKey Exchange BG Haiyang Ru mengatakan, kerja sama dengan Indodax merupakan langkah penting dalam memperkuat posisi HashKey di Asia Tenggara. Dia menilai Indonesia sebagai pasar strategis yang didukung oleh jumlah pengguna kripto yang besar dan kerangka regulasi yang terus berkembang.
(Feby Novalius)