Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Menguat ke Rp16.656, Didukung APBN dan Ekspektasi Penurunan Suku Bunga AS

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 25 November 2025 |16:03 WIB
Rupiah Menguat ke Rp16.656, Didukung APBN dan Ekspektasi Penurunan Suku Bunga AS
Rupiah terhadap Dolar AS naik 42 poin atau sekitar 0,25% ke level Rp16.656 per dolar AS. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A
Program-program yang menyedot dana besar tersebut tentu membuat belanja pemerintah membengkak. Sedangkan penerimaan negara belum pulih sejak masa pandemi. Penerimaan pajak yang menjadi sumber utama pendapatan negara tidak kunjung mencapai target.

Rasio penerimaan pajak dari PDB pun turun dari 10,39 persen pada 2022 menjadi 10,31 persen pada 2023 dan 10,08 persen pada 2024. Karena itu, untuk menutup kenaikan defisit, pemerintah bakal menerbitkan surat utang.

Angka 2,68 persen memang masih di bawah ketentuan. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara mengamanatkan defisit maksimal 3 persen terhadap PDB. Itu pun bukan berarti pemerintah tidak bisa menetapkan defisit di atas 3 persen.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.650 – Rp16.700 per dolar AS.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement