JAKARTA - Segini besaran dan cara hitung uang saku Magang Nasional yang masuk ke rekening tiap bulan. Para peserta magang mendapat uang saku dengan besaran upah selama enam bulan.
Adapun formula perhitungan uang sakunya, berdasarkan tingkat kehadiran peserta dalam satu bulan. Sistem ini dibuat untuk memastikan kedisiplinan sekaligus memberikan keadilan bagi seluruh peserta.
Mengutip Instagram Kemnaker, Rabu (26/11/2025),
Besaran Uang Saku = (Jumlah Hari Peserta Hadir / Jumlah Hari Pemagangan dalam satu bulan) × Besaran Uang Saku yang ditetapkan.
Dengan demikian, semakin tinggi kehadiran peserta, semakin maksimal uang saku yang diterima pada bulan tersebut.
Peserta pemagangan mendapatkan toleransi ketidakhadiran maksimal 3 hari per bulan, baik karena sakit maupun izin. Pada ketidakhadiran yang masih dalam batas toleransi tersebut, uang saku tidak akan dipotong. Namun, apabila peserta tidak hadir tanpa keterangan, maka dilakukan pemotongan uang saku sesuai rumus kehadiran. Sementara itu, jika peserta mengundurkan diri sebelum masa magang di bulan berjalan berakhir, maka uang saku bulan tersebut tidak dibayarkan.
Rekap data kehadiran peserta melalui aplikasi Monev Maganghub. Data ini menjadi dasar perhitungan nominal uang saku yang akan diterima peserta.
Setelah proses verifikasi selesai, pengajuan pencairan uang saku peserta magang diajukan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Berikutnya, sistem mengirimkan instruksi penyaluran kepada bank-bank penyalur, yaitu: Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI.
Bank penyalur akan mentransfer uang saku ke rekening peserta sesuai kebijakan operasional masing-masing bank. Proses penyaluran dijadwalkan dimulai pada Jumat, 21 November 2025.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, memberikan arahan kepada para peserta Orientasi Program Magang Nasional Tahun 2025 Batch II yang digelar secara virtual pada Senin (24/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Menaker menegaskan bahwa program pemagangan selama enam bulan ini merupakan momentum penting bagi para peserta untuk memasuki dunia kerja secara nyata, memperkuat portofolio, serta meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Menaker menjelaskan bahwa selama program berlangsung, para peserta akan mendapatkan bimbingan langsung dari para mentor berpengalaman yang siap mengarahkan, mendampingi, dan membantu mereka menampilkan kinerja terbaik. Menurutnya, peran mentor menjadi kunci dalam membentuk kesiapan peserta menghadapi tuntutan pekerjaan modern yang dinamis.
Menaker juga menyoroti perubahan pesat dalam lanskap ketenagakerjaan. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, banyak jenis pekerjaan baru diprediksi bermunculan, sementara sejumlah pekerjaan lama akan mengalami otomatisasi akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Kondisi ini, kata Menaker, bukan hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang besar bagi mereka yang mampu beradaptasi dengan cepat.
“Untuk itu, pentingnya memiliki growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan seseorang dapat terus berkembang melalui proses belajar, usaha, dan pengalaman,” ujar Yassierli.
(Feby Novalius)