JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada 30 November hingga 2 Desember 2025. Kadin mengusulkan lima strategi prioritas untuk dibahas dalam Rapimnas.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menjelaskan, strategi pertama yang diusulkan soal perluasan lapangan kerja dan kesejahteraan. Kedua, peningkatan produktivitas nasional.
“Kenapa ini penting? Contohnya kita lagi seru diskusi negosiasi tarif dengan Amerika. Beda dengan tetangga, kita 19 persen, yang lain lebih tinggi, tapi apa artinya kalau misalnya produktivitas kita rendah, lalu biaya logistik tinggi dan regulasi tidak mendukung,” kata Anindya di Jakarta pada Jumat (28/11).
Ketiga, peningkatan inovasi dan industrialisasi, termasuk di dalamnya taraf kandungan dalam negeri, ekonomi sirkular, dan lain-lain. Keempat, peningkatan investasi dan kepastian hukum.
“Cuma lima yang dirancang ya, nanti silakan diubah, diganti, ditambah, dikurangi,” imbuh Anindya.
Sebelumnya, Anindya menegaskan bahwa Rapimnas 2025 Kadin Indonesia akan menjadi momentum evaluasi dan penyusunan rencana strategis dunia usaha. Sementara itu, format Rapimnas tahun ini diubah menjadi pendekatan bottom-up, sehingga keputusan dan rekomendasi dihimpun terlebih dahulu dari daerah dan sektor-sektor usaha.
“Rapimnas kali ini sedikit diubah supaya pendekatannya bukan top-down tapi bottom-up. Semua wakil ketua umum koordinator diminta melaksanakan rapat koordinasi nasional sebelum Rapimnas,” ungkap Anindya.
Format ini, kata Anindya, dirancang agar masukan yang disampaikan lebih representatif dan berbasis kebutuhan sektor, bukan semata keputusan pusat. Anindya menambahkan bahwa pembahasan kali ini akan lebih diarahkan pada substansi teknis daripada kegiatan seremoni.
“Diskusi topik per topik akan dilakukan bersama menteri-menteri terkait, dan hasilnya nanti akan dilaporkan kepada Presiden sebagai masukan dari dunia usaha,” tutur Anindya.
(Feby Novalius)