Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Emas Diprediksi Tembus Rp2,5 Juta per Gram

Anggie Ariesta , Jurnalis-Minggu, 07 Desember 2025 |13:32 WIB
Harga Emas Diprediksi Tembus Rp2,5 Juta per Gram
Harga Emas Diprediksi Tembus Rp2,5 Juta per Gram (Foto: Freepik)
A
A
A

Penyebab utama gejolak adalah memanasnya perpolitikan di Amerika Serikat (AS), dengan adanya spekulasi tentang pergantian kepemimpinan bank sentral AS (The Fed).

Salah satu nama yang mencuat adalah Kevin Hassett, penasihat ekonomi Gedung Putih dan pendukung kuat Donald Trump. Hassett diisukan akan diangkat sebagai Gubernur The Fed pada awal tahun 2026.

“Eksekutif begitu dominan ingin menguasai di bank sentral yang kita lihat bahwa bank sentral itu adalah independen. Nah sehingga ini pun juga akan membuat memanasnya perpolitikan di Amerika,” kata Ibrahim.

Hal ini didukung oleh keinginan Trump agar suku bunga The Fed kembali ke level rendah sebelumnya, yaitu antara 0-0,25 persen.

Selain isu politik, para ekonom kini sepakat hingga 88 persen bahwa The Fed kemungkinan besar akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan di bulan Desember ini. Namun, pasar sebenarnya lebih menanti seberapa jauh The Fed akan menurunkan suku bunga sepanjang tahun 2026.

Faktor safe haven emas semakin kuat karena eskalasi ketegangan global, seperti di Eropa ada ketegangan antara Rusia dan Ukraina memanas, apalagi setelah Rusia melakukan serangan masif ke Kyiv.

Ibrahim menyebutkan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan kesiapan jika NATO siap melakukan perang dengan Rusia, yang mengindikasikan ketegangan geopolitik Eropa semakin memanas menjelang akhir tahun.

Kemudian di Asia Timur ada Tiongkok yang melakukan latihan perang besar-besaran di Laut Asia Timur dekat perbatasan Taiwan, di mana Jepang menyatakan akan membantu Taiwan jika terjadi pencaplokan wilayah.

Sedangkan di Amerika Latin ada situasi di Amerika Latin memanas terkait kemungkinan penguasaan wilayah Venezuela, yang merupakan produsen minyak mentah penting dengan produksi 1,1 juta barel per hari.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement