Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Evaluasi Libur Nataru, Kecelakaan Turun 27% hingga Arus Balik Terkendali

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Senin, 05 Januari 2026 |11:02 WIB
Evaluasi Libur Nataru, Kecelakaan Turun 27% hingga Arus Balik Terkendali
Evaluasi angkutan Nataru sejak dimulai pada 18 Desember 2025 hingga hari ini menunjukkan arus lalu lintas berjalan baik. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat penyelenggaraan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan lancar dan terkendali hingga melewati masa puncak arus balik. Hasil evaluasi angkutan Nataru sejak dimulai pada 18 Desember 2025 hingga hari ini menunjukkan arus lalu lintas berjalan baik dan lancar.

"Terdapat peningkatan aspek keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya. Ini berkat kolaborasi seluruh pihak yang terlibat," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, Senin (5/1/2026).

Terkait penerapan pengaturan Pembatasan Angkutan Barang, Pengaturan Lalu Lintas di Tol, dan Penyeberangan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama, secara resmi berakhir pada 4 Januari 2026 pukul 24.00 waktu setempat. Dirjen Aan menuturkan bahwa setelah itu aktivitas lalu lintas akan berjalan normal.

Pada kesempatan yang sama, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan terdapat penurunan angka kecelakaan, dengan fatalitas korban meninggal dunia turun sebesar 27,12%. Sementara jumlah kecelakaan selama periode Nataru ini turun sebesar 7 persen.

"Jalan tol dan arteri terkendali, lokasi-lokasi wisata serta rumah ibadah juga cukup terkendali. Tahun lalu ada tiga peristiwa menonjol, tahun ini turun menjadi satu peristiwa menonjol. Evaluasi penyelenggaraan Nataru tahun ini berjalan lancar," terang Irjen Pol Agus.

Sejalan dengan itu, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Purwantono, membeberkan data hingga siang kemarin, jumlah kendaraan yang kembali melalui jalan tol sudah mencapai 2,85 juta dari total 2,9 juta proyeksi pengguna jalan tol.

"Ini artinya sudah mendekati dan sesuai dengan proyeksi. Dominasinya masih sebagian besar dari arah Timur sebesar 46 persen, arah Barat 29,2 persen, dan arah Bogor sebesar 23 persen," jelas Rivan.

 

Kemudian ia melanjutkan, dari arus lalu lintas arah Timur terbagi kembali dari Tol Trans Jawa sebesar 50 persen dan dari arah Bandung sebesar 49 persen.

Rivan menyebut titik tertinggi yang menjadi puncak mobilitas masyarakat terjadi pada 20 Desember 2025, yaitu sebanyak 189 ribu kendaraan, dan pada 24 Desember 2025 sebanyak 201 ribu kendaraan.

"Hingga kemarin, arus lalu lintas dari Tol Trans Jawa ke arah Jakarta sudah lancar dan cukup landai. Termasuk titik pertemuan di KM 66, sehingga Jasa Marga menilai tidak perlu lagi dilakukan skema contra flow," katanya.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement