JAKARTA - Adu pemilik cadangan minyak terbesar Venezuela dengan Iran, Arab, bak langit dan bumi. Venezuela menjadi negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, bahkan mengalahkan cadangan minyak di negara-negara Arab.
Venezuela menyimpan sekitar 17% dari total cadangan minyak dunia atau setara dengan 303 miliar barel. Dengan cadangan minyak 303 miliar barel, Venezuela menjadi negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.
Venezuela pernah memproduksi hingga 3,5 juta barel minyak per hari pada tahun 1970-an, Namun, dalam beberapa tahun terakhir, produksi minyakVenezuela merosot tajam.
Tercatat, pada tahun lalu, produksi minyak Venezuela rata-rata hanya sekitar 1,1 juta barel per hari, atau setara dengan 1% dari total produksi minyak dunia.
Lalu bagaimana dengan cadangan minyak Iran dan Arab? Berikut ini Okezone rangkum perbandingan data cadangan minyak antara Venezuela dengan Iran dan Arab mengutip World Atlas yang merangkum data OPEC tahun 2023:
Arab Saudi memiliki cadangan minyak terbukti sekitar 267 miliar barel dan menduduki peringkat kedua dunia dengan cadangan minyak terbesar. Tak heran Arab Saudi memainkan peran strategis dalam kebijakan produksi OPEC serta memengaruhi harga minyak dunia.
Sementara itu, Iran memiliki cadangan minyak terbukti mencapai 208,600 miliar barel dan menempati posisi ketiga dunia. Sama seperti Arab Saudi, Iran juga menjadi faktor penentu pasar energi dunia.
Melihat perbandingan di atas, maka Venezuela menjadi negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia dengan 303 miliar barel.
1. Venezuela: 303,22 miliar barel
2. Arab Saudi: 267,19 miliar barel
3. Iran: 208,60 miliar barel
4. Kanada: 163,63 miliar barel
5. Irak: 145,02 miliar barel
6. Uni Emirat Arab: 113,00 miliar barel
7. Kuwait: 101,50 miliar barel
8. Rusia: 80,00 miliar barel
9. Amerika Serikat: 55,25 miliar barel
10. Libya: 48,36 miliar barel
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mengambil alih pengelolaan cadangan minyak Venezuela setelah serangan militer AS berhasil menggulingkan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. Langkah tersebut langsung memicu perhatian dan respons dari sejumlah perusahaan minyak raksasa dunia.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan minyak asal Amerika Serikat siap masuk ke Venezuela untuk memulihkan industri migas negara tersebut yang dinilai mengalami kerusakan parah akibat krisis berkepanjangan.
“Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak,” ujar Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago.
(Dani Jumadil Akhir)