Adapun untuk masa transisi, Laode menjelaskan bahwa hingga Februari–Maret 2026, pasokan solar masih akan menggunakan kuota impor carry-over dari tahun 2025. Produksi dari RDMP Balikpapan baru akan dimanfaatkan secara optimal mulai April 2026, seiring dengan penyiapan stok dan infrastruktur distribusi.
"Sampai Februari–Maret kita masih pakai kuota 2025. April baru kita gunakan. Pertamina perlu menyiapkan stok, pelabuhan, dan mekanisme pengambilan oleh badan usaha swasta. Kalau semua sudah siap, baru kita laksanakan," pungkasnya.
(Taufik Fajar)