Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Fakta AS Kuasai Cadangan Minyak Venezuela 303 Miliar Barel Usai Trump Tangkap Maduro

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Minggu, 11 Januari 2026 |07:04 WIB
6 Fakta AS Kuasai Cadangan Minyak Venezuela 303 Miliar Barel Usai Trump Tangkap Maduro
6 Fakta AS Kuasai Cadangan Minyak Venezuela 303 Miliar Barel Usai Trump Tangkap Maduro (Foto: Freepik)
A
A
A

3. Cadangan Minyak Venezuela

Venezuela menyimpan sekitar 17% dari total cadangan minyak dunia atau setara dengan 303 miliar barel, menjadikan sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.

Pada masa keemasannya di era 1970-an, Venezuela pernah memproduksi hingga 3,5 juta barel minyak per hari. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, produksi minyak negara tersebut merosot tajam.

Tahun lalu, produksi minyak Venezuela tercatat rata-rata hanya sekitar 1,1 juta barel per hari, atau setara dengan 1% dari total produksi minyak dunia.

AS sebelumnya menjadi pembeli utama minyak Venezuela. Namun, seiring memburuknya hubungan diplomatik kedua negara dan penerapan sanksi ekonomi, Tiongkok kini menjadi tujuan utama ekspor minyak Venezuela.

Sebagian besar cadangan minyak Venezuela merupakan minyak berat yang terkonsentrasi di wilayah Orinoco, Venezuela bagian tengah. Namun faktor korupsi dan minimnya pendanaan menjadi penyebab utama Venezuela belum mampu memaksimalkan potensi cadangan minyaknya.

Hal tersebut kontras dengan negara-negara Teluk seperti Arab Saudi yang berhasil mengelola sumber daya minyak secara efisien.

4. Pergerakan Minyak Dunia

Sebagai gambaran, harga minyak dunia turun pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak mentah yang dikenai sanksi kepada AS.
 
Harga minyak mentah Brent berjangka turun 0,8 persen menjadi USD60,23 per barel. Sementara West Texas Intermediate turun satu persen menjadi USD56,52 per barel.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement