Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Amran Usul Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun untuk Pulihkan Pertanian Sumatera  

Tangguh Yudha , Jurnalis-Rabu, 14 Januari 2026 |17:46 WIB
Amran Usul Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun untuk Pulihkan Pertanian Sumatera  
Mentan Amran (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengusulkan tambahan anggaran untuk pemulihan sektor pertanian di sejumlah titik di wilayah Sumatera pasca bencana banjir bandang. Di hadapan Komisi IV DPR RI dalam Rapat Kerja yang diselenggarakan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (14/1/2026), Mentan Amran meminta tambahan anggaran sebesar Rp5,1 triliun.

“Kementerian Pertanian berupaya membantu memulihkan sektor pertanian di ketiga provinsi terdampak pasca bencana, baik dengan mengoptimalkan anggaran APBN 2026 yang tersedia maupun dengan mengusulkan anggaran tambahan apabila memungkinkan,” ujar Mentan Amran.

Dia merinci, dari total usulan Rp5,1 triliun, anggaran terbesar akan dialokasikan untuk rehabilitasi tambahan lahan sawah sebesar Rp3,4 triliun.

Selain itu, dana juga diusulkan untuk rehabilitasi kawasan perkebunan Rp456,4 miliar, bantuan benih hortikultura Rp19,1 miliar, penyediaan pakan ternak Rp262,8 miliar, sarana dan prasarana pertanian Rp674,7 miliar, serta rehabilitasi bangunan dan sarana penunjang lainnya sebesar Rp291 miliar.

“Pada kesempatan ini kami memohon dukungan pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI untuk mendukung alokasi tambahan anggaran dalam rangka mempercepat pemulihan pasca bencana,” ujarnya.

Amran menambahkan, Kementerian Pertanian sebenarnya telah menyiapkan anggaran APBN 2026 sebesar Rp1,49 triliun yang siap digulirkan untuk penanganan dampak bencana. Anggaran tersebut mencakup rehabilitasi lahan sawah, bantuan benih tanaman pangan, rehabilitasi kawasan perkebunan, serta penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, dan pestisida.

 

"Untuk pemulihan pasca bencana mencapai Rp1,49 triliun, yang terdiri dari rehabilitasi lahan sawah ringan, sedang, dan irigasi sebesar Rp736,21 miliar, bantuan benih tanaman pangan Rp68,6 miliar, rehab kawasan perkebunan Rp50,46 miliar, serta penyediaan alsintan, pupuk, pupuk, pestisida Rp641,25 miliar," papar Mentan Amran.

Untuk diketahui, bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang, luapan sungai, dan tanah longsor tersebut melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Daerah yang paling terdampak antara lain Aceh Tamiang, Agam, Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Berdasarkan data per 13 Januari 2026, luas sawah terdampak di ketiga provinsi mencapai 107.324 hektare. Rinciannya, sawah rusak ringan seluas 56.077 hektare, rusak sedang 22.152 hektare, dan rusak berat 29.095 hektare. Dari total tersebut, lahan tanaman padi dan jagung yang mengalami puso atau gagal panen mencapai 44,6 ribu hektare.

Selain itu, lahan perkebunan non-sawit seperti kopi, kakao, dan kelapa dalam terdampak seluas 29.310 hektare. Lahan hortikultura yang rusak mencapai 1.803 hektare, sementara jumlah ternak mati atau hilang tercatat lebih dari 820 ribu ekor.

Kementan juga mencatat kerusakan infrastruktur pertanian, antara lain 58 unit Rumah Potong Hewan (RPH), 2.300 unit alsintan hilang, 74 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) rusak, 3 bendungan rusak, jaringan irigasi rusak sepanjang 152 kilometer, serta 820 unit jalan produksi terdampak.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement